MENJADI GURU DAN ISTRI TENTARA YANG BERKARYA


Sumber poto : narasumber

Sumber poto : narasumber

Sosok menginspirasi kali ini datang dari Pulau Sumatera yang berkiprah lewat dunia kepenulisan dan sastra. Beberapa produk karyanya pun akhirnya berhasil tebrit dan ber-ISBN bahkan berhasil mendapatkan juara dalam perlombaan cerpen yang diikutkan. Sosok wanita yang berdomisili di Kabupaten yang dikenal dengan moto "Serasen Sekundang" ini bernama Efierfita Ayulis yang merupakan nama lengkap dari istri seorang Mayor Inf. Sartuni yang berprofesi sebagai seorang guru. Biasa sehari-harinya ia disapa dengan sapaan “Efierta” oleh rekan-rekannya. Sosok wanita berdarah minang yang tempat kelahirannya di Muara Panas Solok, 20 April 1972 ini merupakan sosok ibu tentara yang bisa menjadi contoh bagi rekan lainnya sebagai istri tentara untuk bisa memberikan ketauladanan dan inspirasi dengan karya. Sebagai seorang istri tentara, ia pun juga mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi istri-istri tentara yang bernaung dalam “Persatuan Ibu-Ibu Tentara (Persit)”.

Sosok wanita yang sering menggunakan pakaian seragam hijau, jika saat berkumpul bersama-sama dalam kegiatan ibu-ibu tentara ini juga seorang guru yang bertugas di SMAN 1 Gunung Megang, Muara Enim Sumsel dengan mengampu mapel bidang studi bahasa inggris.

Sebagai seorang istri tentara sudah hal biasa ia rasakan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan daerah yang berbeda. Ia sangat sadar konsekuensi sebagai seorang istri tentara maka mau tidak mau, ia pun harus siap berpindah tugas dari sekolah yang satu ke sekolah yang lain. Beberapa pengalaman kerjanya karena mengikuti mutasi tempat suami bertugas di antaranya adalah SMA Pkuw Tanjung Alai Kab. Solok, SMAN 1 Kubung Solok, SMAN 1 Sungai Lasi Kab. Solok, SMAN 1 Mojosari Mojokerto Jatim, SMPN 2 Jabung Malang, dan sekarang di SMAN 1 Gunung Megang.

Sebagai seorang istri tentara dan sebagai seorang guru tentulah tidak mudah untuk selalu tetap berada di tempat tugas. Namun ia harus bisa mengikuti di mana suami bertugas atau saat dimutasi maka ia pun harus mengikuti suami tercinta.

Tetapi kondisi tersebut tidak membuatnya berputus asa dan menikmati sebagai seorang istri tentara. Justru ia memacu dirinya untuk bisa terlibat aktif baik sebagai seorang istri tentara maupun sebagai seorang guru untuk semangat berinovasi dan berkreativitas dalam menghasilkan karya. Ini ia buktikan dengan berbagai hasil karya yang ia tuliskan dari berbagai pengalaman dan pemikirannya.

Semangatnya dalam membangun kemampuan khususnya dalam dunia penulisan dan sastra membuatnya selalu haus untuk bisa mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak-pihak penyelenggara. Ia pun terlibat aktif dalam berbagai proyek kepenulisan hingga menjadi salah satu nama yang tercatat dalam setip karya. Berikut beberapa buku yang sudah diterbitkan dan ber-ISBN hasil dari proyek antologi bersama teman-teman. Di antaranya adalah : 
  • Primadona, 2011, Leutikaprio
  • Aku memanggilnya ibu, 2012, Pustaka Jingga
  • Before Death, 2012, Pustaka Jingga
  • Bunga Karang, 2012, Pustaka Jingga
  • Dreamland of Fantasy, 2012. Pustaka Jingga
  • Sentuhan Langit, 2013. Pustaka Jingga
  • Amore a Paris, 2013, Pustaka Jingga
  • A Season of Journey, 2013, Pustaka Jingga
  • Apa Kabar Cinta, 2017, Goresan Pena Publishing
  • Memuisikan Cinta, 2017. Goresan Pena Publishing
  • Sisi Kehidupan, 2018, Goresan Pena Publishing
  • Anugerah, 2018, Goresan Pena Publishing
  • Bunga-Bunga Kehidupan, 2018, Dharma Pertiwi Pusat
  • Merekam Jejak Kehidupan, 2019, Goresan Pena Publishing
  • Ceritaku, Kamu dan Mereka, 2019, Goresan Pena Publishing
  • Merayu Tuhan, 2019, Insan Cendikia Mandiri
  • Rumah, 2020, Goresan Pena Publishing 

Tidak hanya proyek antologi cerpen saja yang ia terlibat aktif dalam penulisan, tetapi ia juga ikut andil dalam beberapa proyek buku penulisan antologi artikel. Hasil karya antologi artikel yang sudah diterbitkan di antaranya adalah : 
  • Rahasia Cinta Awet Muda, 2016, Pustaka Jingga
  • Guru Mantul, 2019, Maghza
  • Nadiem dan Masa Depan Pendidikan Indonesia, 2019, Arga Pustaka
  • Guru Penggerak, 2020, Maghza 

Selain karya antologi, ia pun memiliki beberapa karya buku tunggal (solo) yang ia tulis dari beberapa pengalaman dan kisah imajinasi yang ia kembangkan sendiri. Di antara buku tunggal yang sudah diterbitkan dan ber-ISBN adalah : 
  • Menjemput Impian, 2014, Pustaka Jingga
  • Persembahan Cinta, 2017, Goresan Pena Publishing
  • Geletar Rindu, 2017, Goresan Pena Publishin
  • If I were You, 2018, Goresan Pena Publishing
  • Kejora Juga Bintang, 2018, Goresan Pena Publishing
  • Waiting for You, 2019, Lovrins 
Sumber poto : narasumber


Dari beberapa hasil karya yang ia tuliskan berhasil membawanya untuk menyandang predikat juara 1 tingkat nasional dalam kategori penulisan cerpen terbaik. Cerpen yang berjudul “Lara dalam Senyum Sang Nyonya” berhasil membuat dewan juri terpikat dengan kisah dan alur yang dituliskannya. Cerpen tersebut pun akhirnya dimuat dalam majalah Dharma Pertiwi, edisi tahun 2018.

Sumber poto : narasumber


Semangatnya pun terus menyala ketika berhasil memperoleh kemenangan sebagai juara 1 tingkat nasional. Ia pun mengikuti beberapa lomba yang diselenggarakan oleh pihak penyelenggara. Kali ini, ia pun mengirim tulisan yang diangkat dari kisah nyata dalam event HUT Dharma Pertiwi. Ia berhasil menyabet juara 2 tingkat nasional dengan judul cerpen yang ia kirim “If I were You”. Naskah yang dilombakan tersebut pun dibukukan dalam buku yang berjudul Bunga Bunga Kehidupan.

Sumber poto : narasumber


Pengalaman dan semangat kerja kerasnya sangat menginspirasi bagi rekan-rekannya dan organisasi tempat ia bernaung. Sosok wanita yang aktif dalam organisasi profesi Ikatan Guru Indonesia Kab. Muara Enim ini adalah seorang pengurus. Ia juga aktif di kanal Satu Guru Satu Buku (SAGUSAKU) yang akhirnya merekrutnya dalam tim Sagusaku Bersama Bintang Dalam Jaringan (SBB Daring) untuk menjadi pembicara dalam materi khususnya cerpen.

Sumber poto : narasumber



***

Jika ingin bisa berkomunikasi beliau dapat di add di :




Komentar