BAHASA ADALAH IDENTITAS BANGSA

Penulis : BHP Riau


Tema : Kata Serapan
Genre: non Fiksi/Artikel
Rabu, 8 April 2020



Perkembangan bahasa dengan kemajuan dunia teknologi terkadang menjadi salah kaprah dan berdampak secara penggunaan dan penulisannya. Banyak tradisi latah atau ikut-ikutan pun menjadi budaya yang mewabah. Tidak hanya virus corona saja yang harus disikapi dengan serius namun penggunaan bahasa yang berasal dari unsur serapan juga harus menjadi kepedulian kita sebagai bangsa. Anehnya lagi tidak hanya masyarakat awam saja yang menggunakan unsur serapan dalam penggunaan bahasa tersebut tetapi juga orang-orang berpendidikan tidak kalah hebatnya melakukan hal tersebut. Katanya sih biar maju gitu jadi ala kebarat-baratan.

Parahnya lagi ruang publik yang menjadi tempat pelayanan pun menggunakakan pemakaian bahasa asing di tempat-tempat yang mudah dilihat dan terjangkau oleh mata. Padahal dalam penggunaannya juga masih terdapat beberapa kesalahan yang  sangat berakibat fatal dalam bahasa tersebut.

Sebenarnya apa itu serapan ?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia V (KBBI V) bahwa "Kata Serapan" adalah kata yang diserap dari bahasa lain berdasarkan kaidah bahasa penerima. 
Berdasarkan taraf integrasinya unsur serapan dalam Bahasa Indonesia terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu;

Pertama : 
unsur yang masih menggunakan bahasa asing sepenuhnya baik penulisan maupun pengucapannya.
Contoh: 
force, majeur, de facto, de jure, dan l’exploitation de l’homme par l’homme
Kedua : 
Unsur asing yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.
Sumber Dokumen : Aty Muliani S.Ag., S.Pd., M.Pd  

Sumber Dokumen : Aty Muliani S.Ag., S.Pd., M.Pd 


Tetapi dalam pelaksanaan dan penggunaannya sangat banyak terjadi kesalahan bahkan mengubah makna yang sebenarnya. Parahnya lagi bangsa ini menjadi latah dan ikut-ikutan dalam penggunaan "kata serapan" khususnya dalam bahasa inggris. 
Berikut beberapa kesalahan yang terjadi di lapangan dan ruang publik ;
(Sumber Poto ; Dari berbagai sumber)

 1

 2

 3

 4

 5

6

 7
 8

 9

 10

 11

 12

 13

 14

 15

 16

 17

Perlu adanya sosialisasi yang gencar terhadap kebanggaan dalam menggunakan bahasa indonesia apalagi di ruang publik tentu bahasa indonesia lebih elegan. Padahal bahasa indonesia merupakan identitas suatu bangsa tidak hanya agama, budaya, dan suku bangsa saja tetapi justru bahasa sebagai perekat bagi bangsa yang terkenal dengan banyak suku, budaya, dan agama ini.

Jadi tidak hanya identitas diri saja atau daerah saja yang kita miliki tetapi yang lebih penting adalah identitas suatu bangsa agar bisa dikenal dan diketahui oleh dunia. Identitas Nasional inilah identitas tertinggi dalam konteks berbagsa dan bernegara.

Sangat berbahaya jika penggunaan kata serapan tidak tepat baik penulisan maupun pengucapannya seperti "free wife" apakah ada yang siap jika ini benar-benar diterapkan. Maka ada baiknya kita sebagai warga negara bangga dengan bahasa indonesia yang menjadi identitas suatu bangsa. Bukan berarti tidak boleh tetapi gunakan sesuatu pada tempatnya. 

Komentar

Nuraeni pasti bisa mengatakan…

Wow, keren, guru matematika ku .....
Unknown mengatakan…
mantap!