VICO MAHKLUK KECIL ALLAH MENGHEBOHKAN DUNIA

Pakar Kesehatan Australia Peringatkan Lonjakan Kasus Virus Corona ...
Sumber gambar internet


Sejatinya kehidupan memang menjadi tempat belajar dan memperbaiki setiap kesalahan dan kekurangan yang ada dalam diri. Waktu yang terus beranjak pergi tidak akan pernah kembali lagi sekalipun air mata darah akan keluar. Air mata penyesalan pun menjadi pembasuh diri untuk mengakui bahwa apa yang sudah dilalui telah pergi dan tak akan kembali pulang. Penyesalan yang terkadang hadir tiba-tiba seolah-olah ia adalah penyelamat bagi sang pendosa. 

Banyak cara Allah menghadirkan berbagai problem kehidupan dalam hidup manusia. Disadari atau tidaknya semua yang ia hadirkan tentu ada maksud bagi setiap hambanya yang berpikir dan lebih mengedepankan sebuah peringatan bukan hawa nafsu. Setiap ujian dan cobaan yang ia hadirkan adalah salah satu kerinduannya pada makhluknya untuk mau mendekati dan menyapaNya kembali dengan lisan yang penuh dzikir, hati yang penuh cinta bukan cinta lainnya, pikiran yang hanya tujuan kepadaNya. Bukankah setiap saat dalam ibadah lima waktu kita sudah mengikrarkan hati dan bahkan tubuh ini segalanya hanya untuknya di dalam do'a iftitah yang diucapkan seorang hamba kepadaNya.

Allah Mahabesar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji  hanya kepunyaan Allah, pujian yang banyak, dan Maha suciAllah di waktu pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku (hatiku) kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam.Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menye-kutukan-Nya.Dan aku dari golongan orang muslimin."

Do'a yang setiap saat seorang hamba lantunkan tentu hanya untuk mendekat kepadaNya. Kesadaran diri sebagai hamba Allah yang dhoif dan tidak kuasa atas segala sesuatu yang ia hadirkan menyatakan bahwa kita tidak ada apa-apanya tanpa bantuannya. Begitu juga ketika Allah SWT hadirkan makhluk kecilNya hanya untuk manusia sadar bahwa kita tidak kuasa.

Kesedihan, kecemasan, keraguan dan hal lainnya seakan saling menyatu dan melengkapi dengan kondisi saat ini. Allah hadirkan makhluk bernama "Virus". Virus adalah mikroorganisme patogen yang menginfeksi sel makhluk hidup. Semua bentuk kehidupan dapat diinfeksi olehnya. Inilah yang akhir-akhirnya mewabah dan membuat kegaduhan, tidak skala lokal tetapi internasional. Banyak negara-negara yang sudah berdampak dimulai dari negara asalnya Wuhan - China, Italia, Malaysia, Singapore, Indonesia, dan negara-negara lainnya di dunia.

Banyak upaya yang dilakukan setiap pemimpin negara termasuk Indonesia juga melakukan upaya preventif sebagai langkah awal dan pencegahan agar virus yang dinamakan "corona" bisa diantisipasi lebih dini. Intruksi dari pemimpin nomor 1 dengan mengeluarkan intruksi kepada semua kepala daerah. Upaya ini bukan asal dilakukan saja tetapi adanya pemahaman yang tepat terhadap masa inkubasi virus corona. Semua kepala daerah pun melakukan hal yang sama salah satunya adalah dengan meliburkan semua institusi pendidikan mulai TK sampai dengan Perguruan Tinggi. Tidak hanya itu saja langkah lain pun diamnbil dengan membuat kebijakan tidak mengumpulkan banyak orang dalam acara atau kegiatan yang dilakukan. Intinya semua kegiatan untuk saat ini dipending dulu dan hanya bisa beraktivitas di rumah kecuali ada kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya mendesak. Semua kegiatan yang sifatnya berkumpul pun dibatalkan dengan cepat. Meskipun masih ada beberapa kepala daerah yang tetap tidak meliburkan sekolah. 

Virus Corona atau Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan yang bisa menyebabkan gangguan pada pernapasan, pneumonia akut, sampai pada tingkat kematian. Sedangkan penyakit karena virus ini disebut "COVID-19".
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayianak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.
Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia) bahkan pada kematian.

Makhluk Allah ini semakin mewabah ke seantero negara. Tidak hanya Wuhan - China tetapi sudah menyebar ke banyak negara seperti Italia, Thailand, Fhilipina, Singapore, Malaysia, Indonesia, dan negara-negara lainnya. Virus ini membuat kekhawatiran makhluk bumi bernama manusia. Segala usaha dan antisipasi pun dilakukan hingga kondisi terkini banyak negara yang lockdown.


Daerahku juga melakukan hal yang sama, upaya preventif yang dilakukan sebagai cara pencegahan dan memutus rantai "vico" agar bisa segera usai. Masa inkubasi yang menjadi masa bagi vico berkembang bisa dipantau dengan memberikan jeda sesuai alasan medis. Upaya ini pun dilakukan oleh hampir semua negara. Menjadikan rumah sebagai tempat yang terbaik untuk berdiam diri selama upaya pemutusan rantai vico. Institusi pendidikan, perkantoran, dan tempat umum lainnya untuk saat ini dalam kondisi harus diasingkan dari keramaian sehingga segala pekerjaan dilakukan di rumah atau work from home (wfh). Memang menghabiskan masa di rumah sangat menjemukan namun inilah upaya yang harus dilakukan oleh semua pihak lebih-lebih ini adalah stategi yang terbaik dalam pemutusan rantai vico tersebut. 


Sayangnya upaya ini tidak berjalan dengan mulus sehingga pihak pemerintah memberlakukan cara yang berbeda di beberapa negara baik dengan menerjunkan pihak keamanan untuk memaksa warganya kembali ke rumah mulai dari cara halus sampai dengan cara memaksa dengan keras. Sangat dimaklumi dengan upaya tersebut sebagai bentuk kepeduliaan negara terhadap kesehatan rakyatnya. Tetapi di sisi lain juga menimbulkan masalah baru karena masyarakat yang hidupnya menggantungkan perekonomian dengan cara membanting tulang tidak akan bisa memenuhi kebutuhan jika tidak bekerja. Kehadiran peran pemerintah kondisi tersebut sangat diharapkan dengan baik. Memenuhi kebutuhan pasca lockdown rakyatnya harus diupayakan secara maksimal. Jangan sampai pemberlakukan tersebut justru menjadi pertentangan bagi rakyat yang ekonominya sangat bergantung dengan pekerjaan yang ia lakukan.


Membaca setiap postingan vico dari setiap orang terkait dengan upaya pemutusan rantai terhadap masyarakat sangat pro dan kontra. Bahkan banyak yang menyalahkan masyarakat yang nakal atau bandel yang terus keluar rumah tidak menghargai upaya dan apresiasi tindakan tenaga medis yang sudah bekerja hampir 1x24 jam setiap harinya. Ada sesuatu yang harus kita pahami juga bagaimana abang tukang becak misalnya memenuhi kebutuhan keluarganya jika tidak bekerja dari mana bantuan datang. Jika saja kebutuhan mereka dipenuhi masa lockdown tentu dengan sendirinya setiap orang akan memenuhi permintaan untuk stay at home. Penting dalam kondisi ini tidak saling menyalahkan tapi berupaya membantu dari berbagai arah baik pemerintah, pengusaha saling bahu membahu bagaimana memenuhi kebutuhan masyarakat yang ekonomi bawah untuk bisa stay di rumah jika kebutuhan mereka dipenuhi. Disamping upaya pemberantasan lainnya seperti menjaga kesehatan, mencuci tangan, menjaga jarak aman, tidak bersalaman, penggunaan masker, dan lain-lain. 


Kita semua berharap dari wabah vico ini bisa segera berlalu dan semua kondisi normal kembali. Mari kita saling bekerjasama dan bergandengan tangan memberantas vico dari bumi kita tercinta.

Komentar