TIARA, MUTIARA ACEH YANG BERKILAU



 Dokumen Pribadi Narasumber : Simposium Guru IPA
  
 Dokumen Pribadi Narasumber  : 
Rakornas IGI dan Launching Buku Penulis

 Dokumen Pribadi Narasumber  : Utusan Penulis Pidie Jaya - Aceh

Program Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) sangat mempengaruhi bagi dunia pendidikan, tidak hanya sebuah program saja tetapi adanya peningkatan pada perliterasian Indonesia. Termasuk daerah yang berada di ujung Pulau Sumatera tepatnya Provinsi Aceh Kabupaten Pidie Jaya.
Pidie Jaya yang merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Pidie tanggal 2 Januari 2007. Di Kabupaten inilah ada sosok seorang wanita muda penggerak literasi yang aktif bergerak dan menggerak. Wanita bernama lengkap "Mursyidah" yang biasa disapa oleh teman-temannya dengan panggilan Tiara, lahir pada bulan Mei di Pidie.
Sosok wanita muda bergolongan darah AB yang berasal dari Aceh ini penyuka travelling. Ia juga memiliki karakter dan sifat lembut sangat melekat pada dirinya sehingga mempengaruhi kehidupannya.
Tiara kecil memiliki mimpi ingin menjadi seorang guru. Mimpinya sangat didukung penuh oleh keluarga, kebetulan orang tuanya berprofesi sebagai seorang guru. Putri kedua dari lima bersaudara ini lahir dari pasangan Bapak Abd Manaf dan Ibu Nukiah.
Guru muda penyuka warna ungu ini untuk jenjang pendidikan SD Menasah Kumbang, MTSN Beurenuen, MAN 1 Sigli, kemudian melanjutkan pendidikan SI di FKIP Universitas Serambi Mekah Banda Aceh. Masa kuliah disibukkannya dengan berbagai macam organisasi dan kuliah diselesaikan dalam waktu 4 tahun.
Saat dibangku kuliah sosok wanita ini sudah aktif diberbagai organisasi. Di antara organisasi yang pernah ia geluti seperti ; Palang Merah Indonesia (PMI), Satuan Siaga Penanggulangan Bencana (SATGANA). Keaktifannya hingga sampai ia menjadi guru pun masih terlibat dalam berbagai organisasi di antaranya ; Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pidie Jaya, Pengurus MGMP, Kepala labolatorium IPA dan IPS, Pengurus PMI, Forum Aceh Menulis (FAME), Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Pidie Jaya, Survemeter Jogjakarta, dan Lentera.
Guru muda ini sangat bersyukur karena keaktifannya dari sejak kuliah sampai menjadi guru organisasi baginya sebagai denyut nadi yang banyak memberi pengaruh dalam hidupnya. Banyak pengalaman yang ia dapatkan, salah satunya sebagai relawan juatru membentuk karakternya untuk peduli dengan lingkungan.
Pengalaman organisasj yang ia dapatkan pun berpengaruh terhadap profesinya. Beberapa pengalaman mengajar dari satu sekolah ke sekolah lainnya pun mmeberikan arti sendiri baginya. Menjadi PNS di Semeulue yang ditempatkan di SMAN 1 Teupah Selatan, kemudian ia pindah ke SMAN 1 Sibigo, dan terakhir bertugas di SMPN 7 Bandar Baru Pidie jaya.
Berbagai penghargaan pun ia dapatkan dari ajang perlombaan yang ia ikuti. Semua penghargaan tersebut ia lakukan dengan kerja keras dan semangat berkarya. Berikut ini beberapa perlombaan dan penghargaan yang ia peroleh yaitu ;
1. Lomba menulis essay tingkat Nasional
Dari lomba ini ia dipanggil ke Bangka Belitung untuk mengikuti "Kegiatan Inti Bangsa". Kegiatan ini menjelajahi daerah-daerah bersejarah di Bangka Belitung. Pasca kegiatan tersebut ia pun berama pimpinan dan guru-guru di sekolahnya mencanangkan sekolah berbasis sejarah. Bulan April ini akan dilakukan peresmian sekolah berbasis sejarah. Sekolah ini merupakan satu-satunya sekolah di Prov. Aceh sekolah berbasis sejarah yaitu SMPN 7 Bandar Baru Pidie Jaya.
2. Lomba menulis karya ilmiah P4TK IPA tingkat nasional yang diadakan di Mercury Hotel Batavia. Dalam lomba ini saya terpilih salah satu pemakalah dari 20 besar seluruh Indonesia.
3. TOT siap siaga penanggulangan
Sebagai seorang guru IPA, ia pun selalu berusaha meningkatkan kompetensinya sebagai seorang guru dengan mengikuti berbagai pelatihan yang diadakan baik lokal maupun tingkat nasional. Di antara pelatihan yang pernah ia ikuti adalah ;
Seminar internasional tsunami pada Desember 2019 kemaren.
Pelatihan literasi digital
Pendidikan pelatihan bahasa Jepang
Seminar Firland tentang pendidikan di Firlandia
Sosok guru Pidie Jaya ini juga mengikuti acara yang diselenggarakan oleh IGI bulan September 2018 di JCC. Dua orang guru utusan dari Pidie Jaya mengikuti launching buku "sagusaku" bersempena dengan Global Educational Suplies and Solutions.

  Dokumen Pribadi Narasumber  : GESS 2018


  Dokumen Pribadi Narasumber  : 
Temu 1000 Penulis Sagusaku IGI kerjasama dengan Perpusnas RI



 Dokumen Pribadi Narasumber  : Simposium Nasional Guru IPA

Pasca launching semangatnya bergelora dalam menggelarakkan literasi khususnya di daerah ia bertugas. Gerakan literasi melalui sagusaku pun ia hadirkan di tempatnya. Narasumber dihadirkan Diana Masdik dan Tessy Handika yang memberikan pelatihan dalam membuat puisi dan cerpen. Dari pelatihan berbagai karya guru pun hadir. Tahun 2019 saat diselenggarakannya GESS bekerjasama dengan IGI dalam mengapresiasi guru dan siswa yang berkarya. Ia pun menjadi koordinator Pidie jaya dan membawa 14 guru Pidie jaya dan satu siswa dari sekolahnya sendiri untuk menerima penghargaan dati pemerintah tempat ia bertugas. Dari berbagai kegiatan yang ia selenggarakan akhirnya ia pun sering diminta sebagai juri dalam perlombaan menulis. Baik essay, puisi, maupun cerpen. Sosok guru muda ini pun sering membimbing kegiatan-kegiatan siswa di sekolah baik dalam lomba OPSI, 02SN, FL2SN dan kegiatan-kegiatan lainnya yang dibuat oleh dinas pendidikan Pidie jaya.
Semangat dan tekadnya untuk berbagi kepada guru dan siswa dalam memajukan literasi untuk dunia pendidikan. Tidak hanya semangat saja tetapi ia pun turun ke lapangan dalam menggerkaan literasi sekolah (Gelis) yang bernaung di bawah sagusaku IGI. Semangat ini pun berimbas pada guru-guru dan siswa dalam menghasilkan karya.
Salah satu usaha yang ia yakini dan tekuni dalam beberapa tahun adalah menyebarkan virus literasi. Sosok wanita muda ini sangat menyakini bahwa literasi adalah kunci penting untuk meningkatkan kualitas manusia. Semakin banyak orang yang memiliki tradisi literasi maka akan terlihat adanya kemajuan secara signifikan.
Guru Aceh ini meskipun bukan guru bahasa Indonesia tapi ia tidak berhenti untuk belajar dan bukan menjadi halangan untuk berekspresi dan menggerkakan lewat tulisan. Karena baginya ide, gagasan dan harapan melalui tulisan salah satu cara yang dapat menginspirasi banyak orang.
Beberapa karyanya sepanjang gerakan literasi yang ia bangun adalah ;
  1. Tanah rencong nafasku 1
  2. Tanah rencong nafasku 2
  3. Titisan leluhur Pidie jaya
  4. Dia Kou dan aku
  5. Asaku dipidiejaya
  6. Pena Pidie jaya
  7. Mas Nadiem


  Dokumen Pribadi Narasumber  : Gelis IGI


  Dokumen Pribadi Narasumber  : Gelis IGI 
   Dokumen Pribadi Narasumber  : Gelis IGI
   Dokumen Pribadi Narasumber  : Gelis IGI
   Dokumen Pribadi Narasumber  : Gelis IGI
  Dokumen Pribadi Narasumber  : Gelis IGI

Hasil gerakan satu guru satu buku (sagusaku) dan Gerakan Literasi Sekolah di Kabupaten Pidie Jaya yang dipelopori oleh Penggit Literasi di bawah naungan IGI menghasilkan beberapa karya dari guru-guru dan siswa. Berikut hasil karya guru dan siswa :

Berikut Hasil Karya Guru :


  1. Muttaqien ( Kiprah Pembawa Pembaruan) : Asnawi, S.Pd., M.Pd. Kepala SMP IT Darul 
  2. Nostalgia Senja : Fitriani, S.Pd dari SDN 1 Trenggadeng
  3. Setetes Embun : Tihajar, S.Pd Kepala Sekolah SDN Trenggadeng
  4. Beginilah Cara Allah Mengajariku, Wan Week in Japan, Langit Cinta Guru MTSN 2 Pidie jaya : Eriyanti S.Ag . M.Pd Kepala MTSN 2 Pidie Jaya
  5. Berkah muslimah dan Kisah NTT : Imzinaryani Guru SMP Unggul Pidie Jaya
  6. Mutiara Hatiku : Laila Fajri kepala SD Teupin Pukat 
  7. My Life : Zubaidah S.Pd Guru MTSN 2 Pidie jaya 
  8. Secercah Cahaya di Sudut Jeumala Amal : Cut Rabiatul Alawiyah, S.Pd.I Guru Jeumala Amal 
  9. Ayok Simak Isi Kumpulan Cerita Aceh : Rahmadani Spd Kepala SDN Simpang Tiga
  10. Gedeu Gedeu : Muhammadiyah kepala SMAN 1 Pidie Jaya
  11. 10. Puisi 100 Muda Berlenggang : Sriwahyuningsih Guru SDN Teupin Pukat.
  12. Terkabulnya Doa Istri : Kepala sekolah SDN Beuracan.

Berikut Hasil Karya Siswa :

1.   Suara hati anak santri oleh SMP IT darul Muttaqien Pidie jaya
2.   Untaian pena oleh SMPN 7 Bandar Baru.
3.   Kumpulan puisi SDN pelandok tunong
4.   Membuka tabir cakrawala oleh MTSN 2 Pidie jaya.
5.   Kumpulan puisi SDN trenggadeng
6.   Kumpulan puisi SDN Teupin Pukat
7.   Seberkas mentari karya siswa siswi SDS Muhammadiyah.
8.   Mengejar Asa karya siswa siswi SMPN 7 satu Atap.
9.   Tazkia Aulia dari MTSN 2 Pidie jaya ( Puisi cinta ayah dan bunda)
10. Karya siswa siswi SDN Kuta Batei.
11. Kumpulan puisi siswa siswi SMPN 2 paru.
12. Kumpulan puisi SDN Musa.
13. Kumpulan puisi SMP percontohan Pidie Jaya.
14. Kumpulan cerpen dan puisi SMA unggul Pidiejaya.
15  MTSN jeumala amal ( saatnya murid Jeumala amal berkreasi)
16. Menggapai impian oleh siswa siswi MTSN 2 Pidie jaya)
17. Kumpulan puisi siswa siswi MAN 4 Pidie jaya.
18. Kumpulan puisi siswa siswi SDN MON SAGOE

Tiara nama kecil guru Pidie Jaya ini tak akan berhenti untuk berkarya. Berkarya salah satu jalan mengubah mindset setiap orang apalagi sebagai seorang guru harus berusaha memberikan yang terbaik bagi dunia Pendidikan. Tekadnya dalam gerakan literasi inilah patut ditiru oleh guru-guru tanah air agar banyak guru-guru yang bergerak dan menggerakkan. Ucapnya diakhir komunikasi.

Komentar


  1. Selalu menjadi tulisan yang menarik, tak kala ditulis dengan sepenuh hati.
    Semoga menjadi ladang pahala untukmu Nak.

    BalasHapus

Posting Komentar