DEDIKASI DAN TEROBOSAN SOSOK WANITA ENERGIK



Nurbadryah, itulah nama lengkapnya. Ia biasa disapa dengan panggilan "Nur". Sosok wanita cantik, muda, inspiratif dan energik inilah yang berada dibalik berkembangnya kanal Satu Guru Satu Buku (SAGUSAKU) Ikatan Guru Indonesia (IGI) hingga saat ini sudah puluhan ribu alumni sagusaku di seluruh Indonesia. 

Pertama kali mengenalnya saat mengikuti acara pelatihan "Menulis Langsung Terbit" yang diselenggarakan oleh IGI Wilayah Riau pada bulan april 2017. Kegiatan yang ditaja selama dua hari ini menghadirkan dua pembicara, salah satunya adalah beliau.

Sebagai pembicara pada kegiatan ini saya memberikan apresiasi yang besar kepada beliau. Kelugasan, ketegasan, supel, keilmuannya, dan sifatnya yang melayani sebagai seorang yang memiliki kapasitas keilmuan inilah yang membuka pikiran dan menaruh harapan besar pada organisasi profesi ini.

Organisasi yang masih muda namun gerakannya menginspirasi dan diisi oleh para guru-guru yang bergerak dengan kesadaran yang tinggi untuk memulai dan menggerakkan mencapai mimpi dan cita-cita pendidikan.

Sebagai penanggungjawab kanal "sagusaku", wanita yang penuh dedikasi ini selalu memiliki terobosan dalam mengembangkan kanal sagusaku. Tidak bisa dipungkiri salah satu kemajuan dan pengembangan organisasi sumbangsih sagusaku tidak biasa diabaikan. Tidak hanya penambahan secara kuantitas keanggotaan IGI saja namun secara kualitas sagusaku mampu menghadirkan para "Pelatih Nasional" yang sudah memiliki karya. Tidak hanya satu buah karya saja satu orang namun juga beberapa karya.

Semangat inilah yang terus digerakkan oleh wanita yang berprofesi sebagai guru SMAN 5 Cilegon Prov. Banten. Dari tangan dan buah pikirannya sehingga lahir beberapa terobosan dalam kanal sagusaku. 

Apa saja terobosan dari wanita Banten ini untuk mengembangkan sagusaku IGI

Dari tangan dan pemikiran beliau membentuk satu tim inti sagusaku yang beranggotakan 10 orang yang memiliki beberapa spesifik keilmuan baik desain, layout, editing, maupun marketing. Konsep ini menjadi satu kesatuan agar dalam setiap tim mampu menjalankan perannya dan saat menerbitkan buku tidak akan menjadi kendala. Bahkan dari gebrakan ini akhirnya penerbit yang lahir dari alumni sagusaku pun bermunculan.

September 2017, saat pertama kali sagusaku melaunchingkan 100 penulis dalam satu wadah acara Global Educational Supplies and Solutions (GESS) salah satu ajang pameran Interansional yang diikuti oleh beberapa negara di dunia dalam mengenalkan teknologi pendidikan terbaru. IGI salah satu yang diajak bekerjasama dalam momentum tersebut. 

Februari 2018 lahir konsep "delaying" yang merupakan satu kesatuan desain, layout, editing, dan marketing. Sebauh konsep yang langsung diorbitkan dengan mengundang 100 penulis seluruh Indonesia yang memiliki loyalitas terhadap IGI dan sagusaku. Kegiatan swlama 3 hari yang dilaksanakan di Solo tepatnya Asrama Haji Donohudan Solo Jawa Tengah.

Tidak sampai di situ saja, pemikiran dan terobosan beliau terus berlanjut dan berkembang bagai bunga yang bermekaran. Satu persatu ide-ide brilian beliau lahir dan terlaksana. Bulan September 2018, wanita Cilegon ini menjadi salah satu panitia yang paling sibuk dalam mengkonsep kegiatan yang akan menghadirkan Anies Baswedan saat acara yang diselenggarakan IGI bersamaan dengan momentum GESS 2018. Bagaimana tidak dalam acara ini juga akan hadir para kepala daerah yang akan menerima Anugerah Pendidikan Indonesia (API) 2018, penghargaan yang diberikan karena dukungan mereka terhadap kemajuan dunia pendidikan yang digerakkan oleh IGI.

Gerakkan sagusaku IGI terus berkembang ke seluruh Indonesia, mengajak para guru untuk menulis dan menghasilkan karya minimal satu buah seumur hidup. Tidak hanya sagusaku tetapi juga melahirkan konsep "Gerakan Literasi Sekolah (Gelis)" yang akhirnya para siswa pun mampu untuk berkarya. Gelis ini sebenarnya menjadi cambuk bagi setiap guru ketika siswa mampu berkarya dan menghasilkan maka guru hatus termotivasi dalam berkarya.

Puncaknya September 2019, sagusaku IGI menggelar temu 1000 penulis bekerjasama dengan pihak Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) yang menghadirkan beberpaa narasumber terkemuka baik dari pustakawan perpusnas, ketua FLP Indonesia, motivator, dan lainnya. Kegiatan yang bersempena dengan kegiatan IGI dalam momentum GESS 2019 IGI masih konsisten diajak bekerjasama oleh panitia GESS.

Semua gerakan dan terobosan tersebut buah pemikiran beliau yang didukung oleh orprof IGI dan tim inti sagusaku yang tetap konsisten melatih dna memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

Wanita yang berkulit putih dan menyukai sepatu boot ini, sering mengisi acara di manapun dengan pakaian muskimah yang stylish ternyata juga memiliki jabatan yang diamanahkan oleh PP IGI. Beliau sebagai Sekretaris Ketua harian 1 PP IGI. Selain di orprof, beliau juga diamani sebagai Sekretaris MGMP B. Indonesia SMA Provinsi Banten, ketua Ketua MGMP B. Indonesia SMA Kota Cilegon.

Terobosan yang beliau hadirkan selalu spektakuler dan mengundang kagum para sahabat IGIers. Bukan hanya skala lokal saja tetapi skala nasional. Sosok enerjik dan tegas ini tidak main-main dalam merencanakan setiap kegiatan. Semua konsep dan urusan birokrasi beliau langsung terjun. Karakternya yang keras dan tegas inilah terkadang juga membuat orang-orang yang berkepentingan ada yang tidak menyukainya. Namun apa yang ia lakukan salah satunya adalah menajga marwah dan eksistensi sagusaku IGI.

Tahun 2020 ini beliau sudah mempersiapkan konsep menghadirkan 5000 penulis seluruh Indonesia dengan berbagai kegiatan yang ada di dalamnya. Semua alumni sagusaku dan penulis lainnya bisa mengikuti kegiatan ini saat sudah di publish informasi resminya. 

Inilah sekilas sosok cantik namun pemikiran dan terobosannya penuh dengan ide-ide brilian.

Komentar

  1. Sosok inspirator, motivator dan ahli lobbi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya amunisinya selalu tersedia kapan, dimanapun.. wanita luar biasa

      Hapus
  2. Balasan
    1. terima kasih bunda hebat, sosok insporator anak-anak muda

      Hapus

Posting Komentar