SRIKANDI CANTIK YANG BERPRESTASI DARI BUMI SRI GEMILANG


Dokumen (narasumber) : Peserta OGN 2016

Tidak banyak guru-guru tanah air khususnya Kabupaten Indragiri Hilir yang mampu menembus lomba atau kegiatan yang diadakan oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (KEMENDIKBUD RI) dalam berbagai ajang perlombaan. Biasanya ajang perlombaan selalu dihiasi oleh wajah-wajah dari Pulau Jawa dan sekitarnya. Tingkat kompetitor yang tinggi serta syarat pemberkasan yang harus dilengkapi ditambah lagi karya inovasi dan pemikiran yang kreatif oleh guru-guru, merekalah yang berhak maju dalam perlombaan yang diadakan.

Seleksi pemberkasan yang ketat karena hanya sekian orang yang bisa melenggang ke "Nasional" bukanlah hal yang mudah untuk ditembus. Inovasi dan kreativitas terus dituntut kepada guru-guru tanah air untuk menghasilkan karya yang bermutu dan terbaru. Hal inilah yang melatarbelakangi saya mengangkat dan menuliskan sosok wanita inspiratif yang berasal dari "Negeri Bumi Srigemilang" untuk tulisan di hari Senin, 19 Maret 2020.

Sosok wanita tinggi semampai dengan raut wajah cantik ditunjang senyumannya yang menawan dan ramah kepada setiap orang ini memiliki nama lengkap "Susi Tri Rahayu",  biasa disapa dengan Susi atau Bu Susi. Wanita kelahiran 28 Agustus 1975 di Kota Pekanbaru Propinsi Riau ini merupakan putri ketiga dari pasangan Bakri Bay dan Yusnarti. Pendidikan formal di selesaikan mulai dari SDN, SMPN 9 Simpang Tiga Pekanbaru, SMA Muhammadiyah Pekanbaru, kemudian melanjutkan ke Perguruan Tinggi di Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Program Studi Matematika Universitas Riau (FKIP UNRI). 

Wanita berparas ayu ini, bercita-cita menjadi seorang guru yang hebat dan menghebatkan bagi sesama rekan-rekannya. Pengalaman pertamanya sebagai guru di Sekolah Madrasah Aliyah Swasta Hasanah Pekanbaru tahun 1999. Kemudian pada tahun 2003 ia diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di SMPN 1 Tanah Merah sampai sekarang. Sebagai guru PNS yang mengajar bidang studi matematika baginya memiliki tantangan dan kerumitan tersendiri dalam memberikan pemahaman kepada anak didiknya. Matematika yang dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan dan momok menakutkan bagi sebagian besar kalangan siswa justru menjadikan sosok guru yang cantik ini terus belajar dan mencoba berbagai strategi agar anak bisa memahami apa yang ia pelajari.

Dokumen (narasumber) : 
Poto bersama pasca mengikuti launching buku di JCC

Guru berzodiak virgo ini memiliki keinginan yang kuat dalam setiap pembelajaran. Ia salah satu guru yang tidak mudah puas dan menerima apa adanya terhadap kondisi. Di tangannya matematika yang dianggap sulit mampu ia ubah dengan berbagai variasi dalam proses pembelajaran. Karya inovasi dan kreatifitas yang ia lakukan membuatnya beberapa kali bisa mengikuti ajang nasional yang diperlombakan oleh pihak Kemendikbud. Merupakan hal kebanggaan bagi Dinas Pendidikan Kab. Indragiri Hilir ketika ada guru yang berasal dari Inhil mampu bersaing di tingkat nasional. Sekolah yang terletak di Kec. Tanah Merah menyimpan mutiara yang tak ternilai bagi dunia pendidikan. 

Prestasi dan karyanya membuat ia dipercaya sebagai Instruktur Nasional SIMPKB (Sistem Informasi manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) sejak tahun 2016. Di tahun yang sama juga ia meraih predikat sebagai juara pertama Olimpiade Guru Propinsi (OGP) dan menjadi Finalis Olimpiade Guru Nasional (OGN) untuk mata pelajaran Matematika. Semangat dan keinginannya yang kuat untuk bisa bersaing di tingkat nasional bersama guru-guru hebat tanah air membuat ia terus meningkatkan kemampuan dan kreatifitasnya dalam pembelajaran. Tahun 2017, ia mengikuti beberapa event nasional yang diadakan oleh pihak penyelenggara. Mulai dari Guru Berprestasi (Gupres) tingkat Propinsi, Workshop literasi di Batam dan berlanjut Dieseminasi di Jakarta. Kemudian di tahun 2018 ia terpilih sebagai peserta Pelatihan Ilmiah dan Karya Inovasi Pembelajaran Matematika (PIKIMAT) tingkat SMP utusan Provinsi Riau yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK / P4TK)

Dokumen (narasumber) : Peserta PIKIMAT P4TK

Tidak hanya berhenti di situ saja, wanita pemilik wajah ayu ini juga mengikuti berbagai kegiatan dalam upaya peningkatan kemampuannya di bidang literasi. Di antara kegiatan yang ia ikuti adalah menjadi peserta launching buku Satu Guru Satu Buku (Sagusaku) yang diadakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan bersempena dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada bulan September 2018 di Jakarta Comvention Centre. Ia menjadi salah satu pesertaa dalam kegiatan tersebut dalam publikasi buku yang ditulisnya. Untuk mempertajam dan meningkatkan kemampuannya dalam literasi ia bergabung dengan komunitas tiga puluh hari berkarya (30 habe) salah satu komunitas yang membuat ia terpacu untuk terus menulis setiap hari. Baginya sebuah tantangan harus dinikmati jika ingin meningkatkan kualitas dalam hal apapun. 

Dokumen (narasumber) : 
Peserta launching buku sagusaku IGI

Diakhir percakapan, wanita ramah ini pun memberikan pesan dan motivasi bagi guru-guru "Setiap individu memiliki kemampuan dan kelebihan, hanya saja tidak semua mau bersusah payah dan keluar dari zona nyaman. Hanya guru-guru yang memiliki niat dan komitmen yang kuatlah akan menghasilkan karya inovasi dan kreatifitas yang tinggi untuk kemajuan diri dan dunia pendidikan. Satu langkah hari ini akan menentukan siapa kita di langkah berikutnya," ucapnya dengan mata dan senyum yang bersahabat. Saya pun menangkap sinyal itu sebagai harapan yang besar terhadap dunia pendidikan khususnya guru mau belajar dan menjadi pembelajar. 

Dokumen (narasumber) : 
Peserta Workshop literasi guru SMP









Komentar