ROSE, BUNGA INDAH YANG MENGINSPIRASI



Pertama kali bertemu dengannya saat kegiatan di Temu Pelatih Nasional (TNP) yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) di Gedung Kemendikbud tahun 2018. Kegiatan ini sebagai ajang eksistensi kanal-kanal IGI yang dipresentasikan oleh para founder hebat guru-guru tanah air yang memiliki kompetesi dan kualifikasi keilmuan serta inovasi dalam pembelajaran. 

Salah satu kanal yang ikut dalam TNP ini adalah Satu Guru Paham Sekolah Inklusi (SAGUPASI) yang ikut ambil bagian dalam menggerakkan guru-guru tanah air untuk memahami apa itu sekolah inklusi. Apalagi saat pemerintah membuka sekolah umum untuk menerima anak-anak berkebutuhan khusus maka guru-gruu umum harus memiliki keilmuan yang baik dalam penanganannya. Termasuk juga memahami dasar hukum dan keilmuan terhadap peraturan tersebut. 

Presentasi 67 kanal di depan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD) menjadi salah satu cara memperkenalkan bahwa IGI adalah bagian dari sebuah organisasi yang sangat peduli dengan pendidikan. Bergerak dan menginspirasi guru-guru seluruh Inodnesia. Kanal yang mengikuti TNP 2018 ini sebanyak 67 buah dari seluruh Indanesia. 

Salah satu founder yang menarik perhatianku adalah wanita berkulit putih dengan penampilan yang sederhana namun senyumnya tak lepas dari wajahnya. Ia menggunakan topi khas dari Kalimantan Tengah sebagai salah satu promosi hasil kerajinan masyarakat daerahnya. Saat ia tampil di hadapan menyampaikan tentang "sagupasi" deretan mata yang menatap serius seperti dihipnotis. Sosok wanita ramah ini memperkenalkan dirinya dan tim. 

Rusnanie nama lengkapnya yang biasa disapa dengan panggilan Kak Rose. Panggilan seperti nama sebuah bunga disematkan dalam dirinya seperti pada umumnya "bunga rose" selalu menarik perhatian baik segi warna maupun bentuknya. Inilah juga yang ada dalam dirinya. Tidak hanya sikap namun pemikirannya yang tajam dan karakternya yang tegas membuat setiap orang yang mengenal dirinya sangat memahami prinsifnya.

Wanita kelahiran Mandomai, 6 November 1972 ini sangat lekat di jajaran kepengurusan IGI seluruh Indonesia. Ia memegang amanah sebagai Ketua Harian PP IGI. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Ketua IGI Kalteng tahun 2011 sampai dengan 2016. Pendidikan formalnya SD dan SMPN 1 diselesaikan di Basarang, SMAN 2 di Palangkaraya. Sementara pendidikan jenjang sarjana S1 ia tamatkan di Pendidikan Biologi FKIP Unpar, Pascasarjana S2 Manajemen Pendidikan UNLAM Banjarmasin, dan Pascasarjana S3 di Universitas Negeri Jakarta.

Melihat riwayat pendidikannya, tentu wanita ini adalah sosok yang sangat peduli dengan pendidikan. Baginya pendidikan menjadi salah satu yang harus ditekankan kepada siapapun untuk melawan kebodohan. Sebagai istri Esra Taib, M.Pd, yang merupakan penasehat dan motivator  yang saat ini menjabat sebagai Kabid Pembinaan SMP di Disdik Kota Palangka Raya. Wanita ayu ini mempunyai dua orang anak-anak Charlos Romario Farera dan Ricky Fenando, ia sangat paham dengan tugasnya sebagai istri dan ibu. Meskipun memiliki segudang aktivitas dan amanah yang banyak, baginya keluarga tetap menjadi skala prioritas dalam hidupnya. 

Sosok wanita muda dan cantik ini ternyata sudah memiliki satu orang cucu bernama Grasella Xilvania Farera dari menantunya yang bernama Menantu .Amanda Prisilia Natali blasteran Cina dan Jawa. Nenek yang energik ini sehari-harinya bekerja sebagai "Pengawas SMA" di Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Pengalamannya sebagai pengawas bukan seperti yang ada dalam pikiran para guru bahwa pengawas itu santai dan memiliki banyak waktu luang. Tetapi wanita dengan style rambut pendek ini menjalankan tugasnya sebagai pengawas yang sangat paham dengan TUPOKSI sebagai seorang pengawas. Jam terbang dan kepadatan jadwal sebagai pengawas untuk mendampingi dan monitoring beberapa sekolah yang menjadi tugasnya ia jalankan dengan dedikasi yang tinggi.

Sadar sebagai seorang pengawas ia pernah dikucilkan dan diabaikan oleh rekan-rekan seprofesinya saat IGI mengeluarkan 10 pernyataan salah satu butir pernyataan tersebut adalah menghapus jabatan pengawas yang dinilai kurang optimal sementara guru masih banyak dibutuhkan. Saat itu ia merasa terasing sebagai pengurus IGI dan sekaligus sebagai pengawas. Namun ia menyikapi semua dengan positif dan kepala dingin bahwa ia sadar konsekuensinya sebagai seorang pengurus dan sekaligus pengawas. 

Wanita berzodiak scorpio ini memiliki deretan amanah yang banyak di antaranya adalah ; Ketua Harian PP IGI, Master Trainer Pendidikan Inklusif Kalteng, Pengurus Pokja Inklusif, Instruktur Nasional SRA, Pelatih Asessor Dan Calon Asessor BAN S/M Propinsi Kalteng, Pengajar Diklat Kepala Sekolah, dan amanh-amanah lainnya. Tidak hanya jabatan saja yang dia emban, ternyata wanita yang selalu tersenyum ramah ini juga memiliki buku hasil karya buah pemikirannya. Buku yang ia beri judul "Inspiring Teacher" ini bagian dari evaluasi seabgais eorang guru bahwa guru inspiratif tidak menciptakan hubungan yang kaku, mengajar dengan kasih sayang, memiliki pandangan yang lebih komprehensif, mengajak siswanya berpikir kreatif, luwes, mandiri, serta out of box. Sedangkan bukunya dalam waktu dekat akan terbit berjudul "Indahnya Persahabatan Dalam Perbedaan", buku ini memberikan kisah inspiratif bahwa perbedaan baik itu agama, suku, dan lain sebagainya tidak menjadi halangan dan kendala dalam bekerjasama dan membangun kebaikan untuk yang lebih baik.

Saat saya wawancarai via telepon, wanita ramah ini menjawab semua pertanyaan saya termasuk keinginannya dalam membangun dunia pendidikan melalui orprof IGI. Satu harapannya guru-guru di Indonesia sadar dan semangat dalam membangkitkan potensi diri dan mau berbagi bersama guru-guru seluruh Indonesia. Keluarlah dari zona nyaman yang selama ini mengikat kita dan membuat kita hanya terima apa adanya sehingga kompetensi kita sebagai guru tidak berkembang. 

Mengakhiri satu pertanyaan saya terakhir kepada sosok Kak Rose yang berkediaman di Jalan Simpei Karuhei Palangka Raya, Apa pesan yang ingin disampaikan kepada guru-guru tanah air. "Jangan menjadi guru biasa saja, tetapi jadilah guru hebat yang bisa menginspirasi banyak orang. "Kehebatan itu bukan untuk diri sendiri, tetapi hebat itu mampu menginspirasi banyak orang." ucapnya diakhir pembicaraan.

Komentar