MUTIARA PENGGIAT SAGUSAKU DARI KATINGAN KALTENG

Gambar mungkin berisi: Diana Yana, tersenyum, berdiri
Sumber dokumen : pribadi

Gambar mungkin berisi: 18 orang, termasuk Diana Yana, orang berdiri
                                             Sumber dokumen : pribadi

Berkembangnya gerakan literasi saat ini tidak terlepas dari program yang sudah digulirkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) melalui Gerakan Literasi Nasional (GLN). Gerakan ini sangat didukung penuh oleh institusi pendidikan namun hanya pada tataran teori dan masih minim dengan praktek yang dilakukan. Tetapi dengan program lietrasi ini menjadi jalan sebuah organisasi profesi dalam mempercepat arah gerakan literasi nasional. Maraknya gerakan literasi tidak bisa diabaikan atas kontribusi terbesar Satu Guru Satu Buku Ikatan Guru Indonesia (SAGUSAKU IGI) dalam menggerakan literasi seluruh Indonesia melalui Kanal Sagusaku. 


Salah satu guru hebat yang ikut memberikan kontribusi bagi perkembangan literasi di tanah yang memiliki moto "Penyang Hinjei Simpei" ini adalah Diana Mulawarmaningsih yang biasa disapa dengan "Diana atau Yana". Wanita kelahiran Kota Balikpapan, 21 Juli 1972. Lahir dari pasangan H. Muhammad Tofah (alm) sebagai pensiunan purnawirawan TNI AD dengan pangkat terakhir Kol. Cpl dan Hj. Siti Djamilah. Sosok wanita tegas dan berkarakter ini dibesarkan dalam keluarga militer sampai memiliki pasangan hidup pun seorang militer yang bernama Mayor Inf. Mahsun Abadi, S.Ag yang saat ini menjabat sebagai Kasdim 1013 Muara Teweh - Kalteng.



Gerakan literasi yang ia bangun bersama teman-temannya di Kota Katingen Kalteng di bawah naungan sagusaku cukup gencar dilakukan karena ia berharap semakin banyak guru-guru di kotanya yang bisa menghasilkan karya melalui tulisan. Keaktifannya dalam menulis dan kemampuannya dalam menggeluti tulisan bergenre cerpen ataupun berupa artikel menjadikannya banyak pengalaman. Berikut pengalamannya dalam melatih baik dari sagusaku IGI maupun non sagusaku yang pernah ia menjadi narasumber dalam pelatihan tersebut. 

SAGUSAKU IGI:

  • Pelatihan Menulis Buku  Sagusaku IGI Kalteng I, di Palangka Raya (2018)
  • Workshop Menulis Buku Sagusaku IGI di Kab. Barito Selatan (2018)
  • Workshop Menulis Buku Sagusaku IGI di Kab. Barito Utara (2019)
  • Pelatihan Menulis Buku Sagusaku IGI di Kab. Katingan
  • Pelatihan Menulis Buku Sagusaku IGI  Kalteng II, di Palangka Raya 

NON SAGUSAKU :

  • Menjadi Narasumber menulis cerpen di SMAN 1 Katingan Hilir
  • Menjadi Narasumber menulis artikel di SMAN 2 Katingan Hilir
  • Menjadi Narasumber menulis buku di perkumpulan istri pegawai BI Prov. Kalteng
  • Menjadi Narasumber tetap dalam Diklat dan Mentoring menulis Novel di Grup GuruDahsyat Nusantara (GGDN)

Wanita yang memiliki hobi menbaca buku dari berbagai genre ini pertama kali serius dalam menekuni dunia menulis pada tahun 2017. Keaktifannya dalam mengikuti berbagai menulis antologi hingga kini sudah terbit sebanyak 49 judul buku antologi. Tidak hanya buku antologi saja, ia pun giat menulis buku tunggal yang sudah beberapa karyanya terbit. Berikut ini karya buku tunggalnya :


  • Nyanyian Hati Seruni (2017)~Novel, yang terinspirasi dari pengalaman saat pertama menjadi istri tentara.
  • Jangan Pernah Berhenti Menulis (2018)~Buku Motivasi Menulis
  • Catatan untuk Negeri (2020)~Kumpulan Artikel Pendidikan
  • Cerita Tentang Cinta (2020)~Kumpulan Cerpen
  • Menulis Novel Semudah Bercerita (2020) ~ Bimbingan Menulis Novel
  • Saat ini sedang menggarap satu novel berjudul “Juminten”

Ia juga aktif menulis opini di Harian Kalteng Pos (sejak tahun 2018 hingga sekarang)Menjadi GoshtWritter, Belajar menjadi Editor/Penyunting buku. Melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah (gelis) ke sekolah-sekolah sejak tahun 2018 hingga sekarang. Di tahun 2018-2019 saja bergerak seorang diri ke 13 sekolah di Katingan dan Palangka Raya. 


Wanita yang memiliki moto "bermanfaat" ini merupakan ibu dari tiga anak yaitu Dina Kamila Ryanda (Mhsi Univ.Palangka Raya Smtr. I), Aulia Zulvah (SD kls.V), dan Rizqy Satria Dharma (SD kls.II). Pendidikan formal ia tempuh di   SDN Terbantaman III Yogyakarta, SMPN 2 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta  (Prodi BPAI) lulus tahun 1997,  dan Akta IV di Univ. Ahmad Dahlan Yogyakarta. 

Semangatnya sebagai seorang guru juga sebagai Koordinator Bimbingan Konseling ditempa dari berbagai pengalaman menghadapi masalah anak-anak dalam dunia pendidikan. Wanita penyuka warna biru pernah menjadi pengajar di beberapa sekolah dikarenakan pengabdian suami akhirnya ia pun mengikuti. Beberapa sekolah yang menjadi tempat ia bertugas di antaranya adalah Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta (1997 sd 2001) sebagai guru honor, SMAN 1 Pulau Rakyat Kab. Asahan Sumatera Utara (2005 – 2013) mengawali sebagai PNS, dan SMAN 2 Katingan Hilir Kab. Katingan Kalimantan Tengah (2014 –sekarang). 

Guru hebat menginspirasi ini memiliki beberapa penghargaan yang ia dapatkan dari ketekunan dan kerja keras dalam menjalankan tugasnya dengan baik. Berikut ini beberapa penghargaan yang pernah ia terima adalah ;

·    Pustakawan Terbaik III Tk. Kabupaten Asahan.
· Peringkat IV Menulis Puisi bagi Guru SD/SMP/SMA di Balai Bahasa Kalimantan Tengah  Tahun 2018
·   Terbaik II, Menulis Karya Ilmiah Kelitbangan untuk ASN/Guru Tk. Kabupaten Katingan Tahun 2019
·    Berhasil mendapatkan Sertifikaso sebagai Penulis Buku Non Fiksi oleh BNSP Tahun 2019

Semangatnya dalam menggerakkan guru-guru ia dapatkan saat bergabung dalam wadah organisasi profesi IGI. Tahun 2016 saat pertama kali ia bergabung sebagai bagian dari IGI. Sejak saat itu ia pun semangatnya mengalir untuk bisa berbuat apa yang bisa dilakukan untuk perubahan bagi daerahnya. Pengalamannya membuat ia ditunjuk untuk memegang beberapa amanah di antaranya ;

  • Plt. Ketua PD IGI Kab. Katingan
  • PJ. Sagusaku IGI Wilayah Kalimantan Tengah
  • Ketua MGBK  SMA sederajat Kab. Katingan
  • Pengurus MGBK SMA sederajat Provinsi Kalteng
  • Wakil Ketua PD Aisyiyah Kab. Katingan
  Keaktifan dan dedikasinya dalam menggerakkan guru-guru membuat saya tertarik untuk bertanya melalui telpon secara langsung.

    Apa motivasi Ibu bergabung dengan Ikatan Guru Indonesia

  Ketertarikan saya untuk bergabung dengan IGI meskipun organsisasi baru tetapi saya melihat adanya keseriusan dalam berbuat dan membantu pemerintah dalam meningkatkan kompetensi Guru dan mempercepat tujuan yang telah dicanangkan oleh pemerintahIGI berbuat dan melaksanakan kegiatan secara mandiri, ini yang sata lihat nilai lebihnya. IGI memotivasi anggotanya untuk terus meningkatkan kualitas diri dan mau berbagi ilmu dan pengalaman kepada seluruh guru tanpa memandang apakah dia anggota IGI atau bukan.

    Di sisi lain apa yang membuat Ibu tertarik

   Moto IGI “Sharing and Growing Together bagi saya bukan hanya sekadar slogan saja tetapi itu dibuktikannya untuk bisa bersama-sama tumbuh dan berkembang bersama.

  Apa yang melatarbelakangi Ibu aktif menggerakkan literasi dalam dunia pendidikan

   Awal bergabung dalam kanal Satu Guru Satu Buku Ikatan Guru Indonesia (SAGUSAKU IGIsaat pelaksanaan Temu Nasional Pelatih (TNP) Tahun 2017 di Gedung Kemdikbud. Saya sangat antusias sekali mengikuti kanal ini, selain dorongan dari PP IGI Ibu Dr. Rusnanie atau biasa disapa dengan Kak Rose. Saat itu, saya merasa mendapat wadah untuk mengembangkan minat saya dalam dunia menulis yang sesuai dengan tugas saya sebagai guru (sebelumnya saya sudah bergabung dengan komunitas menulis Easy Writting, tapi pesertanya memiliki latar belakang karir yang heterogen). Di dalam SAGUSAKU anggotanya diberi kebebasan dan dimotivasi untuk mau berbagi dengan guru yang lain. Jujur kalau saya lebih suka menjadi “motivator dan provokator agar guru mau dan berani menulis yang pada akhirnya menghasilkan karya. Alhamdulillah hingga saat ini saya bisa membantu dan memotivasi 40-an karya buku dari penulis Sagusasaku.

    Keinginan Ibu saat para guru bisa berkarya bagaimana dengan siswanya

  Sagusaku salah satu cara untuk guru bisa menulis dan berkarya. Di dalam sagusaku bukan hanya pertemuan offline selama dua hari saja, tetapi ada pendampingan selama beberapa bulan yang bisa dimanfaatkan oleh peserta. Dari kegiatan inilah banyak akhirnya guru bisa berkarya dan menulis yang efeknya kepada guru itu sendiri bisa memudahkan mereka dalam membuat media pembelajaran, PTK, kenaikan pangkat, dll. Sementara untuk siswa kita juga menggerakkan melalui Gerakan Literasi Sekolah (Gelis) dengan tujuan siswa mampu menulis dan berkarya. Artinya kita menjembatani anak-anak yang memiliki potensi dalam dunia menulis untuk menjadi penulis cilik awalnya. Dari ini juga sebenarnya menjadi cambuk bagi guru bisa berkarya disaat anaknya mampu maka guru pun harus bisa.

   Apa harapan Ibu terkait dengan program yang ada di IGI

  IGI salah satu organisasi profesi yang secara legal sudah diakui. Organisasi yang memiliki berbagai program dengan tujuan peningkatan kompetensi para guru. IGI bagi saya ibarat toserba yang diinginkan oleh guru ada di IGI. Untuk pembuatan buku ada kanal sagusaku, pembuatan media ada sagusamed, membuat cerita ada sagusata yang dikhususkan untuk guru TK/SD, membuat video pembelajara ada sagusavid, membuat karya tulis ilmiah ada sagusakti, untuk daerah 3t ada sagusamed non IT, dan masih banyak lagi yang bisa didapatkan di IGI. Kurang lebih ada 67 kanal yang sudah dipresentasikan di depan kementerian.
   Harapan dengan adanya program-program ini bisa dimanfaatkan oleh guru-guru untuk belajar dan meningkatkan kompetensinya sebagai seorang guru.

  Harapan pada pemerintah, apa yang ingin Ibu sampaikan terkait keberadaan IGI dan programnya

  Pemerintah mampu memberikan ruang terbuka seluas-luasnya kepada organisasi apapun termasuk IGI dalam melaksanakan kegiatan secara mandiri. Terkhusus untuk dinas pendidikan yang menjadi ujung tombak dalam kemajuan pendidikan bisa merangkul organsasi yang secara sadar mau bergerak dan berbuat membantu pemerintah dalam mempercepat pencapaian tujuan pendidikan nasional.

    Pesan kepada guru-guru terkait peningkatan kompetensi apakah ada Ibu  

   Saat ini sarana untuk pengembangan diri dan kompetensi diri seorang guru terbuka lebar dan bisa diakses dengan mudah oleh siapapun. Tinggal keinginan dan niat yang kuat dari guru ingin keluar dari zona nyaman atau tidak. Bimbingan pun akan diberikan kepada gruu-guru yang ingin belajar. Jadi pesan saya manfaatkan fasilitas yang diberikan dari segaal sumber manapun tidak dibatasi.

   
  Bu Yana membuka kesempatan untuk guru-guru yang ingin belajar secara langsung dengannya bisa mengunjungi alamat beliau di Jl. Durian IV Gang II Blok II Kasongan Lama Kec. Katingan Hilir,Kab. Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah.
   







Komentar