MENULISLAH DAN TERUS MENULIS

Hasil gambar untuk menulis


"Tulis saja apa yang terlintas di pikiran.. tuliskan.. tuliskan dan ulangi. Setiap hari anda membaca, setia hari anda menulis"

-Taufik-

Perintah menulis ini bukan hanya karena keinginan dan keharusan sebagai guru ataupun sebagai penulis dalam menghasilkan sebuah karya. Namun perintah menulis ini langsung berasal dari yang maha kuasa. Artinya ada sebuah kewajiban sebagai makhlukNya untuk terus membaca kemudian menulis. Inilah yang disampaikan oleh Taufik pada acara Perpusnas Expo 1000 penulis.

Seorang penulis haruslah selalu membaca, membaca dan membaca. Tidak akan pernah seorang penulis mampu menulis tanpa pernah membaca. Membaca bukan saja pada sebuah teks yang tertera pada konteks buku, tetapi membaca memiliki makna yang luas dalam kondisi apapun dan kejadian apapun bisa membaca hal yang dilihat, didengar, dan dirasakan.

Seorang penulis harus memenuhi beberapa hal yaitu ;

1. Tekad

Seorang penulis harus memiliki tekad yang kuat sebagai seorang pejuang yaitu pejuang literasi. Karena tekad bukan hanya saja berbicara tentang niat tetapi ada sebuat komitmen dan tanggungjawab dalam tulisan yang dihasilkan. Seseorang tidak akan pernah mampu berenang ketika hanya teori saja yang dikuasai namun tidak pernah mencoba untuk berenang. Begitu juga seorang penulis tidak akan pernah menjadi penulis jika ia tidak pernah menulis. Hanya mimpi ketika menjadi penulis tetapi tidak pernah menulis.

2. Mentalitas menjadi menulis

Membangun mentalitas sebagai penulis tidaklah mudah. Rasa percaya diri yang harus ditanamkan dan diperkuat menjadi modal utama untuk selalu bertahan. Mentalitas yang dibangun tentulah dengan membaca karena akan memperkuat wawasan dan inspirasi dalam memaparkan sebuah tulisan.

3. Memiliki prinsif

Seorang penulis harus memiliki prinsif. Prinsif yang harus dipegang sesuai dengan pemahaman dan pengetahuan yang akan diberikan kepada pembaca. Setiap penulis haruslah memegang prinsif dengan prinsif kita punya landasan yang kuat. Mau menulis tentang apa dan apa yang akan diberikan. Jika penulis adalah seorang guru tentulah harus ada nilai-nilai edukasi yang bisa diberikan kepada pembaca. Penulis harus memiliki prinsif dan bisa membuat Tuhan tersenyum akan karya yang dihasilkan.

Kekuatan seorang penulis terletak pada apa yang ia tuliskan. Tulisan yang dihasilkan mampu mengubah pemikiran seorang pembaca.

"SATU PELURU MAMPU MENEMBUS SATU KEPALA, SATU KATA MAMPU MENEMBUS JUTAAN KEPALA" -Sayyid Qutb-

Menulislah karena dengan menulis akan membawa dampak perubahan untuk mempercepat tujuan yang ingin dicapai.

Inspirasi : Taufik dan Helvy Tiana Rosa




Komentar