MENGINSPIRASI DI USIA SETENGAH ABAD


Berawal April 2017, untuk pertama kalinya literasi di Bumi Bertuah Kota Pekanbaru Provinsi Riau diselenggarakan dalam konsep yang berbeda. Mengangkat tema "Menulis Langsung Terbit" di bawah naungan Satu Guru Satu Buku (sagusaku).  Yulismar adalah wanita yang ditunjuk sebagai ketua pelaksana dalam kegiatan tersebut. Namanya sangat mudah diingat. 

Di medsos beliau dikenal dengan "YSS" atau dipanggil dengan Bunda Yuli. Wanita yang sudah memasuki usia setengah abad lebih ini masih memiliki semangat muda bahkan di usianya yang hampir pensiun ini barulah beliau berkarya dan menginspirasi bagi banyak orang melalui karya-karya yang beliau hadirkan.

Karya wanita berlesung pipi dua ini sudah best seller dengan judul "Kamukah itu Ai". Kisah yang diangkat dari kehidupan memoar masa muda hingga kini menjadikan kisah ini tidak lekang oleh waktu. Tidak itu saja karya-karya beliau tetapi juga ada cerpen, novel, cerita anak, puisi, dll. 

Dari sekian banyak karyanya, ia pernah menjadi pemenang "Lomba Bahan Bacaan Literasi Balai Bahasa Riau" yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Riau (BBR). 

Wanita kelahiran Duri Kab. Bengkalis yang memiliki suara emas ini sering membawakan lagu "Bukti karya Virgoun" saat menjadi narasumber dalam berbagai acara pelatihan menulis. Meski profesi sebagai seorang guru di SMPN 8 Pekanbaru Bidang Bahasa Indonesia, ia masih peduki dan waktunya tidak saja dihabiskan di sekolah. Tetapi wanita keibuan ini menghabiskan waktunya berbagi dengan setiap guru dan lainnya untuk meningjatkan kompetensi sebagai seorang guru.

Gerakan literasi yang dibangunnya, di bawah bendera IGI yang menjadi sandarannya, ia rela berbagi dan masuk ke daerah-daerah dengan semangat mudanya untuk menggerakkan literasi bagi guru-guru agar sadar dan ke luar dari zona nyaman. Tidak bisa diabaikan bagaimana semangatnya untuk berbagi, ia pun mengisi acara dari balik jeruji besi bagi para tahanan yang ada di Lapas Pekanbaru. 

Wanita berdarah minangkabau dan pernah tinggal di Aceh ini juga banyak diberikan amanah, baik sebagai Humas SMPN 8 Pekanbaru juga di organisasi profesi sebagai Sekretaris IGI Wilayah Riau. 

Karakter tegas dan tanpa pandang bulu yang melekat pada dirinya membuat ia tidak sungkan untuk berbicara apa adanya pada siapapun. Bahkan pada seseorang yang punya jabatan sekalipun ia tetap pada pendiriannya. 

Sosok bunda literat ini sangat familiar di kalangan penulis Riau. Ia sering diundang di daerah-daerah untuk mengisi acara pelatihan menulis. Kabupaten Indragiri Hilir pun pernah beberapa kali mengundang beliau untuk menjadi narasumber pada kegiatan menulis. Wajar saja jika beliau diberi gelar penggiat literasi Riau karena setiap sumbangsih beliau tidak pernah melihat kalkulasi keuangan yang akan didapatkan sebagai narasumber. Hal inilah yang melekat pada pelatih IGI di mana pun.

Sudah banyak para alumni penulis lahir dari sentuhan tangan beliau terhadap karya penulis. Ratusan buku yang sudah beliau tangani sebagai editor. Selain sebagai narasumber dan editor, beliau juga merupakan tim inti sagusaku IGI. 

Dalam setiap pelatihan menulis ia selalu memberikan kesempatan kepada calon-calon penulis untuk bertanya secara offline dua hari dan tiga bulan secara online bimbingan. Niat dan komitmen inilah yang selalu beliau bangun untuk melahirkan, menciptakan, dan membentuk para penulis agar juga bisa mengambil setiap manfaat yang ia lakukan.

Tanggal 12 Maret 2020, beliau mendapatkan penghargaan dari Balai Bahasa Riau sebagai penulis terbaik Riau. Selamat keoada bunda Yuli semoga kiprah dan gerakannya menjadikan insirasi bagi para penulis tanah air khususnya Riau.





Komentar

Gadis Jerambah Blog's mengatakan…
Motivator hebat dari tanah melayu, bumi Lancang Kuning
bhp riau mengatakan…
YUps kk. Sosok yg menginspirasi di usia y masih energik dan semangat