MENGGUGAT TUHAN




Tidak ada satu makhluk pun di dunia ini yang bisa mempercepat atau memperlambat atas berakhirnya usia atau datangnya kematian. Itulah yang dirasakan dan dilalui dalam kehidupan Wira yang terlahir tanpa orangtua.

Ia terlahir ke dunia kemungkinan tidak diharapkan oleh orangtuanya. Setidaknya itulah pikiran yang memenuhi isi kepalanya selama ini. Bukan tanpa alasan apa yang ia pikirkan. Tetapi ia mendapatkan sejarah perjalanan hidupnya yang tidak pernah ada kehadiran orangtuanya.

Sudah 15 tahun perjalanan hidupnya hanya hidup bersama neneknya. Itu pun tidak lengkap lagi. Dapat dirasakan selama 15 tahun sejak ia terlahir ke dunia, ia sudah ditinggalkan orangtuanya. Bukan ia tidak rindu, tetapi justru ia selalu bertanya kenapa ia dilahirkan seperti ini. Sampai bahkan Ia menggugat Tuhan dengan kehidupan yang Ia jalani.

Tidak hanya sekali airmata kerinduan itu tumpah, setiap Ia melihat sosok Ayah ataupun Ibu teman-temannya yang begitu bahagia. Ia hanya bisa diam dan menggigit bibirnya terkadang perih dengan luka. Sakitnya kulit yang berdarah teramat sakit lagi terlahir tidak diharapkan. Pertanyaan demi pertanyaan selalu menghantui pikirannya.

"Mengapa Ayah dan Ibu tega meninggalkanku dengan kesendirian. Apakah aku memang anak yang tidak diharapkan atau anak haram yang terlahir dari rahim yang salah." Batinnya semakin tersiksa jika mengingat itu semua.

Ia tidak pernah mendapatkan solusi apa lagi ketenangan setiap pikiran itu datang menghampirinya. Pernah Ia bertanya pada neneknya, apa yang terjadi dengan dirinya saat dilahirkan ke dunia.

"Nek... Mengapa Wira dilahirkan ke dunia tanpa Ayah dan Ibu?" Tiba-tiba saja pertanyaan itu Ia ajukan. Neneknya memandang wajah Wira dengan tatapan kesedihan. Hingga buliran bening pun secara tiba-tiba terjatuh dari kelopak matanya. Neneknya hanya bisa mendesah panjang dengan pertanyaan yang Wira ajukan. Dialihkannya pandangan matanya dari wajah Wira.

"Nek... kenapa diam. Apakah Wira tidak boleh tahu dengan kehidupan orangtua Wira!" Tanyanya dengan cepat, berharap Neneknya segera menjawab. Tetapi tetap saja Neneknya hanya diam dan tidak mau melihat wajah cucunya.

***BERSAMBUNG***

Komentar