MENEMUKAN IDE MATERI PERDANA FLP RIAU

Rumah Teratai: Vector Logo FLP (Forum Lingkar Pena) - in CorelDRAW
Logo FLP

Alhamdullillah kesempatan pertama dan pertemuan perdana yang dilakukan sebagai perantara dari Forum Lingkar Pena Wilayah Riau (FLP Riau) yang akan mentaja Duta Cerpen FLP Riau yang diikuti dari beberapa utusan kota/kabupaten yang ada di Riau. Kab. Indragriri Hilir mengambil bagian dalam diskusi malam ini khususnya mereka yang sudah berikrar untuk komitmen mengikuti dari awal sampai akhir selama dua bulan dengan menjalankan dan menyelesaikan tugas yang akan diberikan oleh para pemateri handal. 

Ada 5 Materi yang akan diterima oleh peserta dalam kegiatan ini. Setiap pertemuan akan ada tugas yang diberikan oleh narasumber. Berikut rangkai materi yang akan diberikan :


Materi 1: Menemukan Ide  (Bang Riki Utomi),  Ahad, 29 Maret 2020

Materi 2: Membuat Sinopsis (Bang Arlen) : Sabtu, 4 April 2020

Materi 3: Teknik Membuat Paragraf  Pembuka Cerpen (Naf'ah al-Ma'rab) ; Sabtu, 11 April 2020

Materi 4: Membuat Dialog dalam Cerpen (Ahmad Ijazi) ; Ahad, 19 April 2020

Materi 5: Membangun Konflik dan Ending (Ilham Fauzi) Ahad, 26 April 2020


Pertemuan pertama dengan Narasumber "Riki Utomi (RU)" dengan materi bagaimana "Menemukan Ide."


Sumber cerita fiksi. Banyak pengarang mengatakan bahwa kita dapat menemukan cerita dimana saja. Sumber terbaik cerita fiksi adalah pengalaman. Pengalaman ini tidak harus pengalaman pribadi, kita bisa mengamati perjuangan orang lain dan menggunakannya sebagai sumber cerita fiksi. Misalnya, Nikolai Gogol menulis ceritanya yang terkenal "Overcoat". Berdasarkan sebuah lelucon yang dia dengarkan dalam sebuah pesta jamuan makan malam. Seorang yang miskin menabung selama bertahun-tahun untuk membeli senapan berburu, dan sebelum ia dapat menggunakannya untuk berburu, seseorang mencuri senapannya.

Gogol, seorang yang rasa humornya lebih tinggi daripada orang lain di pesta itu, satu-satunya yang tidak tertawa saat mendengar cerita tersebut. Dia meras. Jadi "ide" dapat ditemukan dari mana saja. Tinggal kita yang menangkap ide itu. Lalu mengolahnya menjadi cerita yang menarik. Olahan ide tergantung pada kita masing-masing dalam memadatkannya. Telusuri pengalaman berharga kita kembali. Pengalaman para penulis fiksi tanah air juga tak sama. Mereka mengolah cerita dari pengalannya.

Budi Darma menulis "Olenka" saat ia tengah menempuh pendidikannya di Amerika. Putu Wijaya menulis "Pol" karena pengamannya sebagai wartawan. Ahmad Tohari menulis "Ronggeng Dukuh Paruk" karena begitu dekat ia dengan lingkungannya. Habibrrahman El Shirazy (kang Abik) menulis "Ayat-Ayat Cinta" Karena pengalamannya ketika menempuh pendidikan di Mesir. Andrea Hirata menuli "Laskar Pelangi" Karena begitu kuat nostalgia pengalamannya akan masa kecil pada kampung halaman. Dst.... 👍

Tangkaplah ide dari sudut pandang latarbelakang kita, Karena dari latarbelakang kita akan lebih mudah kita mengarang karena kita tahu persis tentang hal itu. Contoh: kalau kita seorang guru ide tentang perihal itu akan mudah kita ketahui sehingga kita bisa menuliskannya dengan langgeng. Begitu pula seorang berlatarbelakang sebagai seorang pegawai kantor, pedagang, karyawan bank, karyawan pabrik, petugas PLN, karyawan pajak, petugas Puskesmas, dll.

Berikut hasil diskusi, Ahad tanggal 29 Maret 2020

Ikhsan_ : Apakah menulis ide itu harus multitafsir? Bagaimana jika penulis gagal dalam menulis ide yg multitafsir?

Baik. Saya coba menjawab. Ide itu sejatinya "pengamatan". Ide yang didapat dapat memberikan pengaruh yang bisa dikembangkan lagi oleh penulis. Bisa jadi ia akan berkembang sejauh mana pengembangan pengolahan ide itu menjadi ceritanya kelak.
Assalamualaikum Pak.

Kitty_ : Bagaimana tips agar bisa menemukan ide yang berbeda dan tidak klise?

Tergantung dari apa yang kita gali sebenarnya. Penggalian ide itu tergantung kreativitas dalam "menangkapnya". Kalau ada sesuatu yang menarik, gali dan tangkap dia (ide itu). Olahlah dengan daya kreativitas pemikiran kita untuk menjadikannya ke bentuk cerita yang berkesan. Artinya, ide itu--meski orang lain juga sama menuliskannya tentang itu--berbeda dari penyajian yang kita olah. Disini membutuhkan kreativitas seorang penulis.

Kasiyanti_ : Apa trik yang bagus untuk mengembangkan idea, biar idenya tidak lari kemana-mana

Tetap fokus dengan ide itu. 
Dikembangkan dengan jelas.
Selalu ikuti jalur cerita yang akan kita kembangkan.
Tetap "patuh" Pada prinsip kita, jangan sampai goyah untuk keluar dari ide itu.


Bagus_inhil : Bagaimana meramu ide dari topik yang sama misalkan guru yang mengajar di pedalaman atau tempat terpencil

Buatlah dengan cara penyajian ceritanya yang berbeda, unik, dan ciptakan suasana yang khas dari hal itu. Ide ini cukup menarik kalau digali dengan baik. Sebab, pengalaman mengabdi di daerah  terpencil pasti berbeda di lingkungan perkotaan. Gali idenya dari sisi: sosial masyarakatnya, tata cara berbahasa, sikap dan nilai hidup, pergaulan rasa menghargai, dsb.

Yarni N (FLP Inhil) : Pertanyaan: Bagaimana cara mengolah ide menjadi sebuah cerpen?

Kembangkan ide itu. Ide ibarat parasut ketika kita di angkasa yang harus ditarik agar kita dapat mengudara. Dari ide yang didapat, galilah, gunakan daya kreativitas kita.

Misalnya: menulis cerpen dari ide "sosok seseorang" Sahabat guru. Dia merantau ke Selatpanjang. Terpisah dari keluarga di Sumbar. Dia harus berjuang sendiri mengasuh anaknya yang masih 3 tahun. Di sini ide dikembangkan dengan fokus sosok guru itu yang bagi saya khas, karena jarang disini begini. Sebab rata-rata disini gurunya putra-putri daerah. Jadilah judulnya "perempuan perantau" Ini sekadar contoh.


Sri wahyuni (Anggota : Wilayah Riau) :

Pertanyaan: Pernah TFT di Sumbar dan bertemu Gol A Gong dia menyarankan untuk menemukan ide bisa dari cerita di sekitar kita,  sebagai contoh mahasiswa teater bertemu dengan mahasiswa yang suka pegunungan.  Keduanya memiliki karakter yang sangat berbeda,  dari sini akan terjadi konflik. Bisa juga alurnya seperti Cinderela namun dengan karakter yg berbeda.  Nah yang menjadi pertanyaan bagaimana untuk menyatukan karakter yg berbeda dalam sebuah cerita? Bagaimana penyelesaian kisahnya jika demikian?

de ini menarik. Didapatkan dari dua watak berbeda. Dapat dengan penggalian karakter yang kuat dalam mengolah ceritanya tersebut. Tapi saya sebatas menangkap ide aja ini. Soal pengembangan karakter dan watak mungkin di pemateri selanjutnya ya. Yang penting penggalian ide dari dua watak tadi sudah menarik. Tinggal kita yang mengembangkannya menjadi utuh pada cerita

Nama: Redovan Jamil : Bisa beri contoh minimal 2 paragraf kalimat atau ide pembuka yg baik biar terkesan dn menarik oleh pembaca. Ibaratnya ini paragraf pemukau redaktur kalau mengrim ke media,..


Yang penting kalau kita dalam menangkap ide itu bagus akan bagus pula  dalam penggalian idenya. Penggalian ide itu harus diusahakan. Galilah sedalam-dalamnya. Agar ide itu mampu berkembang dengan serasi pada nalar, pemikiran, dan kreativitas kita.


Triang MarTan _ Bengkalis : Apakah 'gejala' writer block itu ada kaitannya dengan ide?

Writer block itu ketika penulis tidak bisa menuangkan idenya ke dalam sebuah tulisan atau bahasa lainnya "buntu"

Kebuntuan itu sebenarnya faktor latihan aja. Syaratnya yang paling menunjang adalah kita harus banyak membaca karya orang lain. Ini berpengaruh besar. Sebab, daya baca prinsipnya memberikan pengaruh dalam kita mengembangkan cerita. Artinya, kita punya teknik nanti dalam menuliskan cerita itu.

Selain faktor bacaan, adakah faktor lain yg mempengaruhi bg?

Pengalaman juga mempengaruhi. Selain itu pergaulan. Dalam pergaulan setidaknya ada hal psikologis yang dapat memberikan motivasi kuat untuk kita menulis. Artinya, bergaullah dengan para penulis (sastrawan) apakah cerpenis, penyair, novelis, dramawan, dll. Seniman pada umumnya.

Wirdayane (Inhil)
Bisakah ide itu kita ambil dari cerita orang?

Bisa. Segalanya terbentang untuk kita menggali ide. Cerita orang lain (kisah) yang kadangkala memukau. Kadang orang bisa bercerita lisan secara apik. Namun belum tentu piawai di atas kertas. Sebagai penulis, kitalah yang mengembangkan kisah inspiratif mereka (ide) itu dengan kreativitas kita menulis. Tentu diolah dengan daya imajinasi dan arah fiksi.

Sering begini,  banyak orang curhat masa hidupnya.  Karena gregetan pengen buat cerita hidupnya.  Tapi ya kok ketika menulis g selihai apa yg sudah kita dengar. Padahal menarik banget kisah hidup orang tersebut.

Nurhafida : Sebagai penulis pemula, biasanya saya menulis ketika ide itu datang, permasalahannya ide itu dtgnya entah kapan2.. ketika saya coba untuk menemukan ide dan menggarapnya menjadi cerpen, sering kali berakhir dengan kebuntuan.. bagaimana cara untuk bisa konsisten dalam menemukan ide?

Catatlah ide itu. Pencatatan akan memudahkan kita untuk mengingat ide. Kelak, pencatatan itu mampu memberikan "sugestif" Besar pada kita. Boleh jadi, ide akan berkembang jauh dari sebatas yang kita kira. Artinya, pencatatan membuat kita ingat akan kemana gerangan cerita yang hendak kita bawa.

Ringkasan :

Intinya, ide itu harus di gali. Penggalian ide dapat dari berbagai macam hal. Kreativitas sangat diperlukan dalam hal ini. Caranya, catatlah ide itu. Kalau belum dapat menuliskannya, disimpan dulu sebagai arsip. Boleh jadi, ia akan menemukan momen daya gugah yang tak dapat disangka dan kita kira. Pencatatan sangat urgen. Agar tidak lupa.

Menangkap ide dapat di "sarikan" dari pengalaman, cerita orang lain, kisah perjuangan manusia, alam sekitar, lingkungan, dll. Faktor rasa (olah batin) juga memberikan daya pengaruh dalam mendalamkan ide itu untuk kita ceritakan.


Komentar