LELAKI DARI PULAU SIMEULUE




Judul buku          : Lelaki dari Pulau Simeulue              
Penulis               : Nuraeni
Penerbit             : CV Pustaka Media Guru - Surabaya
Cetakan             : Maret, 2019
Tebal                 : viii + 74 halaman
Ukuran               : 14,8 x 21 cm
ISBN                  : 978-623-217-212-8


Resensi :

Buku ini berisi kisah inspiratif seorang ayah yang ditulis oleh Nuraeni pengawas berprestasi tingkat nasional. Kisah kehidupan seorang ayah yang berprofesi sebagai TNI Angkatan Darat yang hidup dengan kesederhanaannya namun mengajarkan banyak makna kehidupan bagi keduabelas anaknya yang terdiri dari 4 laki-laki dan 8 perempuan.

Karakter seorang ayah yang begitu kental tergambar jelas dalam ingatan putra-putrinya bagaimana sosok ayah yang menginspirasi bagi anak-anaknya. Profesinya sebagai TNI yang dekat dengan Tuhan hingga setiap aktivitasnya selalu mengingatkan anak-anaknya untuk tidak meninggalkan perintah shalat. Mesjid yang dibangun oleh tangannya sebagai bukti bahwa salah satu kedekatannya dengan sang pencipta, dengan masjid inilah ia mengajak anak-anaknya mengaji dan menjalankan shalat berjamaah di masjid. Pendidikan agama yang ditekankan oleh ayahnya sangat membekas dalam ingatan anak-anaknya. “Tidak ada panggilan yang lebih penting melebihi panggilan Allah untuk menghadapnya” (Halaman 11).

Semangat jiwa prajurit menjadi contoh kedisiplinan bagi anak-anaknya, tidak hanya ucapan saja tetapi juga contoh tauladan diberikannya. Didukung dengan semangat beribadah yang tinggi seperti baca Qur’an, shalat Duha dan Tahajjud memberikan kekuatan pada kata-kata yang disampaikan.

Pria bernama Surudin yang terlahir dari Pulau Simeulue dan bertugas di bumi sunda hingga akhirnya menemukan dambaan hatinya seorang gadis bernama Aisyah. Perempuan dengan segala kesederhanaan dan kebiasaannya meskipun bukan wanita karir namun dimata Ayah, Ibu adalah sosok wanita yang luar biasa dan apik dalam menjalankan tugasnya sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya. “Saat senja datang Ibu selalu berdandan dan suka duduk di teras atau ruang tamu. Segelas air putih hangat selalu tersedia di atas meja. (halaman 5). Perpaduan dua sosok inspiratif menghadirkan keluarga yang harmonis dan membentuk anak-anak yang tangguh tidak mudah menyerah dengan keadaan.

Kehidupan yang terbatas tidak membuat Ayah menyerah dengan keadaan. Justru Ayah menunjukkan bagaimana cara bertahan dan bersyukur akan keadaan yang Tuhan berikan. Dari hal sederhana yang Ayah lakukan membuat anak-anaknya mempelajari setiap kata dan sikapnya. Dari telur dadar akhirnya ada makna kehidupan yang tersirat dibalik apa yang Ayah lihatkan dengan anaknya.  Semua aktivitas keseharian Ayah tidak pernah melarang kami untuk membantu dan melakukan sekalipun tugas seorang lelaki. Cara ini yang akhirnya dipahami anak-anaknya di masa depan bahwa proses ini adalah pembentukan pribadi yang mandiri dan tangguh dan selalu mampu bertahan disetiap kondisi. “Sungguh tidak ada kehidupan yang gampang Nak, tidak semua orang berniat baik menolong.” (halaman 20).

Didikan seorang ayah yang luar biasalah membentuk karakter anak-anaknya menjadi pribadi yang tangguh. Ayah tidak hanya mengatakan tetapi memberikan contoh yang baik sehingga segala yang dilihat, dirasakan, dan dipikirkan akhirnya menjadi pembelajaran hidup yang terbaik.

Buku yang menginspirasi bagi pembaca ini mampu mengaduk emosi, memberikan ketauladan dan arti makna kebersamaan dalam sebuah keluarga. Di akhir kehidupannya sepenggal kalimat penuh makna bagi setiap yang bernyawa. “Kematian sesungguhnya merupakan hakikat yang menakutkan, yang akan menghampiri semua makhluk yang bernyawa. Tidak ada yang mampu menolaknya dan tidak seorang pun mampu menahannya.”

Buku fiksi yang diangkat dari kisah nyata ini berhasil membuat butiran bening saat membacanya dengan penuh seksama dan penghayatan. Tidak hanya jalan kehidupan seorang prajurit yang sederhana dan ahli ibadah namun kelembuatan kata dan sikapnya merangkai menjadi satu membentuk karakter buah hatinya. Hanya saja sebenarnya saya berharap lebih detail bagaimana perjuangan seorang prajurit membangun cintanya hingga ia melabuhkan hatinya pada gadis sunda. Lika-liku kehidupannya jika diangkat lagi bisa lebih dramatis sehingga pembaca akan menikmati setiap alur kisah kehidupan yang dilukiskan.

Kisah ini memberikan pelajaran dan makna kehidupan yang luar biasa bagaimana sosok seorang ayah sangat mempengaruhi kehidupan masa depan anaknya hingga menjadi orang-orang hebat bagi kehidupan anak-anaknya.


Komentar