GURU KREATIF INHIL MENGHANTARKAN SISWA MENJADI DUTA SAINS

Dokumen pribadi narasumber

 Dokumen pribadi narasumber

 Dokumen pribadi narasumber

 Dokumen pribadi narasumber

 Dokumen pribadi narasumber

Dokumen pribadi narasumber

Semangat guru-guru Kab. Indragiri Hilir Prov. Riau patut diapresiasi karena keinginan yang kuat dalam meningkatkan kompetensi diri secara mandiri menjadi bagian dari tujuan pendidikan nasional dalam mencerdaskan anak bangsa. Untuk mengubah kondisi tersebut maka guru menjadi ujung tombak dalam bergerak dan menggerakkan.

Itulah yang melatarbelakangi sosok Ibu dua anak ini, di usianya mendekat setengah abad semangatnya terus menyala untuk meningkatkan kemampuan sebagai seorang guru di Sekolah Dasar (SD). Ibu bernama lengkap "Yarni. N" lahir di Padang bertepatan pada tanggal  26 Maret 1971. Wanita yang berasal dari daerah yang biasa dikenal dengan makanan khas "rendang" Sumatera Barat ini merupakan Anak kedua dari lima bersaudara. Lahir dari pasangan suami – istri  Nurdin dan Kartini.

Di balik semangat dan prestasinya, ternyata sejarah kehidupan Ibu yang memiliki lesung pipi ini sejak kelas 2 SMP sudah menjadi anak yatim. Kepergian Ayahnya untuk selamanya pada tahun 1987 tidak menyurutkan keinginannya dalam mewujudkan cita-citanya. Pendidikan formalnya di mulai dari SD Inpres 10 Nanggalo di Padang (1978 – 1983), SMPN 22 Padang (1983 -1987), kemudian ia melanjutkan pendidikan ke SPGN I di Padang (1987 – 1990) karena keinginannya menjadi guru. Kemudian ia melanjutkan kuliah di Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar ( PGSD ) Diploma II IKIP Padang (1990 -1993 ). Tahun 2010 baru ia melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Terbuka. Pendidikan yang ia lalui karena semangat dan keinginannya yang kuat untuk meraih mimpi dan cita-cita yang ia ingin wujudkan.

Tepat tanggal 8 Juli 1994 ia dipersunting oleh Muhamad Djailani,S.Pd. SD dan dikarunia sepasang buah hati yang kini sudah dewasa. Anak pertama Anne Mudya Yolanda yang kini telah menamatkan pendidikan S2 di IPB Jurusan Statistika dan anak bungsu laki-laki masih kuliah semester 6 di Stekes Negeri Surabaya jurusan Tehnik Elektro Medik. Pendidikan menjadi landasan yang kuat baginya dalam membentuk anak-anaknya. Warisan yang paling berharga adalah ilmu yang bermanfaat yang harus dimiliki oleh buah hati, itulah yang menguatkannya untuk mendukung dan menghantarkan anak-anaknya menempuh pendidikan.

Pengalaman mengajar sosok wanita beralis tebal ini, saat ia menerima SK CPNS tertanggal 1 April 1993 yang ditugaskan di desa terpencil SD Negeri 029 Concong Dalam Kecamatan Kuala Indragiri Kabupaten Indragiri Hilir Prov. Riau (1993 – 1995). Kemudian mutasi ke SD Negeri 030 Teluk Dalam Kecamatan Kuala Indragiri (1995 – 2011). Kemudian mutasi lagi ke SD Negeri 008 Teluk Jira kecamatan Tempuling. Terakhir tepatnya tanggal 01 Maret  2018 i apun mutasi lagi ke SD Negeri 032 Tembilahan Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Prov. Riau sampai  dengan sekarang.

Sosok wanita yang memiliki prinsif hidup yang kuat ini adalah "pekerja keras dan suka selalu ingin maju". Terbukti dari sepak terjangnya, meskipun menjadi guru yang mengajar di daerah terpencil tetapi ia selalu aktif dalam setiap kegiatan kemasyarakatan dan keprofesionalannya sebagai seorang pendidik. Keaktifannya jugalah akhirnya menghantarkannya pada beberapa prestasi dan penghargaan yang ia dapatkan di antaranya adalah guru berprestasi harapan II tahun 2003, juara 1 guru berprestasi  tingkat Kabupten Indragiri Hilir tahun 2017 dan mewakili untuk tingkat propinsi,  Pembina Olimpiade Sain Nasional  dari tahun 1995 sampai sekarang dan sudah beberapa kali membawa siswa ke tingkat propinsi dan terakhir pada tahun 2019 berhasil membawa siswa ke tingkat nasional, Koordinator Pengenbangan Keprofesian dan Berkelanjutan (PKB) dan menjadi Guru Inti Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP).

 Dokumen pribadi narasumber
Hari Guru Nasional "Launching Buku"

 Dokumen pribadi narasumber :
Pelatihan Guru Inti PKP

Dokumen pribadi narasumber

Berbagai diklat dan pelatihan telah sering ia ikuti, hingga ia pun melekat gelar dalam dirinya sebagai  wajah diklat. Tidak hanya aktif mengikuti diklat tetapi ia pun aktif diberbagai organisasi seperti Pembina Kesejahteraan Keluarga (PPK), Darma Wanita sebagai sekretaris, Pengurus Ikatan Guru Indonesia Daerah Inhil 2017 s.d sekarang, Korwil Riau pada kegiatan Virtual Coordinator Training yang merupakan pembelajaran melalui webex meet. Saat bergabung di IGI melalui satu guru satu buku (sagusaku) bakat menulisnya terasah dengan baik. Pasca pelatihan sagusaku IGI buku perdananya tentang pendidikan pada materi pelajaran matematika pun akhirnya terbit dengan judul "Tangga Nol" merupakan buku non fiksi tentang cara mudah mengerjakan materi pelajaran Matematika satuan panjang, isi dan volume. Buku ini diluncurkan pada kegiatan launching buku yang bersempena dengan kegiatan Global Educational Suplies and Solutions (GESS) dI Jakarta Compention Centre (JCC) tahun 2018. Hasil karyanya makin terasah dan berkembang hingga ia pun memiliki lebih dari 10 buah buku antologi.


Menulis saat ini baginya bukan lagi sebagai kewajiban, tetapi sudah pada tingkat kebutuhan yang memang sangat dibutuhkan untuk mengekspresikan dan mengaktualsiasikan ide dan pemikiran yang ada dalam benak, ucapnya. Untuk terus memompa semangat dan mengembangkan dunia kepenulisannya, ia pun bergabung dengan beberapa group ataupun komunitas dunia tulis menulis seperti sms sagusaku IGI, Sahabat Guru Super Indonesia (SGSI ) kelas menulis antologi dan sudah menghasilkan 21 buah antologi, 30 hari berkarya bersama (30 habe). Dari berbagai tantangan menulis di komunitas menghasilkan sebuah buku menceritakan kisah hidupnya yang saat ini sedang dalam proses pengeditan. Harapannya tahun ini buku yang sedang ia kerjakan bisa ia selesaikan dengan baik. Sekarang ia aktif menulis artikel di koran lokal dan mengikuti kegiatan secara online dalam dunia tulis menulis yang diadakan berbagai komunitas yang ia ikuti.

 Dokumen pribadi narasumber

 Dokumen pribadi narasumber

 Dokumen pribadi narasumber

 Dokumen pribadi narasumber

 Dokumen pribadi narasumber

Dokumen pribadi narasumber

Kegiatan menulis saat ini sudah menjadi bagian hidupnya. Untuk mengembangkan kemampuannya ia pun aktif memberikan semangat dan motivasi kepada rekan-rekan sejawatnya agar bisa ikut dalam menulis. Sebagai penggiat literasi ia pun menggerakkan kegiatan "Gerakan Literasi Sekolah" dengan membimbing siswa-siswanya untuk menulis dan berkarya. Ia menekankan bahwa menulis salah satu jalan untuk bisa mengembangkan kemampuan dan memberikan sumbang sih terhadap perubahan dunia khususnya dunia pendidikan. Seorang guru harus kreatif dan inovatif dalam mendidik agar semakin banyak tumbuh tunas-tunas bangsa yang hebat, bertanggungjawab, mandiri, dan selalu inovasi dalam segala hal. Terakhir ia mengatakan berkaryalah minimal 1 buku sekali dalam seumur hidup agar nama kita terukir di pojok baca suatu saat ketika jasad tiada lagi di bumi.



Komentar