GURU HEBAT PERAIH DUA GELAR MASTER PENDIDIKAN DARI INDRAGIRI HILIR

Dokumen Pribadi Narasumber : 
Peserta AKSI

 Dokumen Pribadi Narasumber : 

Dokumen Pribadi Narasumber : 


Kabupaten Indragiri Hilir merupakan salah satu kabupaten yang terletak di ujung Provinsi Riau yang berbatasan dengan provinsi tetangga yaitu Kepulauan Riau dan Jambi. Posisinya di ujung menjadikan kabupaten ini daerah yang terjauh dibandingkan kota atau kabupaten yang ada di Provinsi Riau. Daerah yang memiliki 20 kecamatan ini merupakan daerah perairan yang sebagian kelurahan/desa hanya bisa ditempuh dengan transportasi air. Di daerah inilah tepatnya Pulau Kijang Kecamatan daerah yang berada di sisi aliran sungai Gansal dengan penduduk yang multi etnis dengan mata pencaharian berbagai ragam ternyata menyimpan sosok guru hebat yang sudah beberapa kali menembus tingkat nasional dalam beberapa event yang diiikutinya. 

Nama lengkap guru hebat ini "Rina Oktopiani" yang biasa dipanggil dengan Rina, lahir di Pulau Kijang tanggal 18 Oktober 1987 dari pasangan orang tua Moh. Taher Thaib sebagai pensiunan penjaga sekolah dan Ibu Ernawati sebagai penjual nasi kuning. Di tengah profesi orang tuanya yang biasa saja tidak menyurutkan semangat dan keinginannya yang kuat dalam meraih mimpi dan cita-citanya. Justru ia sadar di tengah keterbatasannya terlahir dari keluarga yang biasa ia menguatkan tekadnya untuk menjadi orang yang sukses akan mimpi yang ingin ia gapai. Sosok wanita muda dan cantik peraih dua gelar pascasarjana S2 di bidang pendidikan ini tak berhenti dan puas dengan pencapaian yang ia peroleh. Semangatnya untuk belajar dan terus belajar ia buktikan dengan kerja keras dan disiplin waktu.

Sosok wanita cantik enerjik ini menikah dengan Muklis SP, A.Md pada tahun 2009 tetapi sampai saat ini Allah masih memberikan ujian untuk bersabar menanti buah hati yang belum kunjung datang. Tidak berhenti dan putus asa di tengah ujian tersebut, ia lebih memilih menyibukkan diri dengan aktivitas yang positif.  Pendidikan formal ia tempuh mulai dari SDN 023 Pulau Kijang tahun 1993-1999, SMPN 1 Reteh tahun 1999-2002, SMAN 5 Pekanbaru tahun 2002-2005, S1 Pendidikan Matematika tahun 2005-2009, S2 Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP) tahun 2011-2013, dan S2 Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2015-2017.

Guru muda cantik yang sering mengenakan jilbab lebar ini memiliki pengalaman dan berbagai penghargaan yang pernah ia raih dalam dunia pendidikan baik skala lokal maupun nasional. Berikut beberapa pengalamannya sebagai peserta maupun narasumber  ;
  • Mengajar bimbel Quantum Learning tahun 2008-2009
  • Guru Matematika di SMK Pelayaran Pekanbaru tahun 2009-2010
  • PNS Guru Matematika SMPN 2 Reteh tahun 2010 sd sekarang
  • Pemakalah pada Seminar Pendidikan Matematika (Sendimat) 5 tahun 2017 dan Sendimat 7 tahun 2019 yang diselenggarakan P4TK Mtk di Yogyakarta
  • Peserta workshop Perlindungan Guru Dikdas dari Kesharlindung Dikdas tahun 2019
  • Instruktur VCT SEAMEO untuk Kalimantan Tengah tahun 2019
  • Nara Sumber Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kab. Inhil untuk bidang PTK tahun 2019 
  • Tutor UPBJJ Universitas Terbuka Pekanbaru tahun 2018-sekarang
  • Instruktur K13 Kabupaten Indragirii Hilir tahun 2015
  • Nara Sumber Program AKSI Kab. Inhil 2019
Beberapa penghargaan yang pernah ia raih di antaranya adalah ;

  • Juara 1 OSG Matematika Tk. Kabupaten Inhil tahun 2014
  • Juara 1 OSG Matematika Tk. Kab Inhil (2015)
  • Juara 2 Gupres Tkt Kab Inhil (2015)
  • Lulusan Course TMTA Seameo Qiteph In Math tahun 2019
  • Lulusan Diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dari P4TK matematika di Yogyakarta (2017)
Keaktifannya tidak hanya sebagai peserta atau narasumber pada event-event  yang dilaksanakan tetapi ia juga aktif dalam organisasi dalam bidang pendidikan serta beberapa karyanya yang ia hasilkan dari jerih payah dan kerja kerasnya di sela-sela kesibukannya sebagai seorang guru. Berikut aktivitas keaktifannya di organisasi dan karya yang pernah ia hasilkan di antaranya adalah ; 
  • Ketua MGMP MTK Ray. 3 Kab. Inhil tahun 2017 sd sekarang
  • Wakil Ketua MGMP Mtk Kab. Inhil tahun 2019 sd sekarang
  • Penulis Buku Solo "Matematika Kekinian" tahun 2017
  • Penulis Buku Solo Puisi "Terbelenggu Rindu" tahun 2019
  • Penulis 3 Buku Antologi. 
  • Beberapa artikel Ilmiah yang telah diseminarkan.
Wanita cantik penyuka warna kalem ini sekarnag sedang menggarap buku solonya kumpulan cerpen bernuansa misteri dan Sebuah buku untuk Pulau Kijang. Ia berharap target yang ia rencanakan bisa tercapai segera. Saat saya hubungi via telepon terkait dengan aktivitas dalam dunia tulis menulis saya pun penasaran dan mengajukan beberapa pertanyaan.

Motivasi apa yang membuat Ibu menggeluti dunia tulis menulis

Saya ingin memberikan sumbangsih pemikiran dan ide saya terhadap dunia pendidikan. Banyak penulis hebat yang lahir bukan basic dari pendidikan. Jika kita menulis dengan basic yang kita miliki tentu banyak nilai-nilai edukasi yang bisa kita tanamkan kepada pembaca terhadap buku yang menjadi bacaannya.

Apa hubungannya profesi Ibu dengan dunia kepenulisan

Sangat berhubungan sekali. Seorang guru harus mampu menulis dan ini juga sudah menjadi tuntutan profesinya sebagai pendidik. Ketika ingin naik pangkat misalnya ada persyaratan yang harus dipenuhi salah satunya adalah karya berupa tulisan. Di sinilah kita memiliki kontribusi untuk mengubah mindset setiap pembaca dengan penanaman nilai-nilai edukasi yang kita miliki.

Melihat banyaknya event nasional yang bisa Ibu tembus, tentu tidaklah gampang. Bagaimana cara Ibu bisa sampai ke tingkat nasional

Saya sadar dengan keterbatasan yang dimiliki dari dahulu. Terlahir dari keluarga yang sangat biasa saja itu yang membuat tekad dan komitmen saya harus memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan dan membuat orang tua juga bsia tersenyum. Niat dan kerja keras serta semangat untuk belajarlah yang membuat saya selalu memiliki tekad yang kuat untuk maju. Saya berusaha belajar dengan siapapun apalagi terkait dengan event nasional yang semua diseleksi dengan ketat oleh tim penilai. Tentu kita juga harus mempelajari strategi apa dan sukanya penilai seperti apa terhadap karya yang dimiliki. Peluang-peluang ini ynag harus dipelajari.

Terus bagaimana Ibu bisa menularkan semangat dan karya buat rekan-rekan seprofesi Ibu

Pasca dari kegiatan saya berusaha untuk melakukan diseminasi yang bisa diikuti oleh rekan-rekan seprofesi untuk mengetahui dan mendapatkan ilmu dari yang saya ikuti di event nasional tersebut. Inilah salah satu cara, dan saya juga siap untuk berbagi jika dipanggil.

Melihat dua gelar pascasarjana yang Ibu raih apa sebenarnya yang memotivasi dan tujuan Ibu 

Motivasi saya tetaplah satu, bahwa pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi setiap orang. Jika diberi kesempatan jangan disiakan untuk bisa melakukannya. Dua gelar yang saya peroleh itu anugerah terindah yang Allah titipkan untuk saya agar saya bisa belajar dan berbagi keilmuan saya dengan rekan-rekan maupun yang lain. Tujuan tetaplah menjadi pendidikan sebagai skala prioritas saya bahwa gelar merupakan syarat administrasi yang bisa dilihat oleh setiap orang dengan apa yang melekat pada namanya, tetapi yang paling utama adalah pendidikan syarat awal mengubah mindset dan kehidupan.

Selama 10 tahun menjadi guru, mengapa baru akhir-akhir ini berkarya khususnya karya buku

Alhamdullillah saat ini ada sarana yang mengajarkan kita menulis baik offline maupun online yang bisa diikuti oleh setiap orang. Semangat menulis saya pun baru saya dapatkan dan ilmunya juga baru saya ketahui saat pertama kali bergabung menjadi peserta pelatihan menulis "satu guru satu buku (sagusaku)" yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI). Semua bermula dari sana dan kemudian saya bergabung dengan berbagai komunitas dunia menulis. 

Harapan Ibu terkait dengan karya yang Ibu hasilkan dan pesan apa yang ingin Ibu sampaikan kepada rekan seprofesi

Berharap karya yang saya hasilkan berupa buku pendidikan dari kerja keras dapat diapresiasi oleh semua pihak khususnya pemerintah daerah, bisa menjadi jembatan bagi guru-guru dalam berkarya sehingga motivasi guru uuntuk berkarya akan lebih kuat dan menjadikan menulis bagian dari profesinya. Menulis bagi saya saat ini sebuah cara dalam mengaktualisasikan diri dan menyampaikan ide kepada setiap orang yang menjadi membaca. Mudahan saja apa yang dituliskan memberikan semangat dan inspirasi bagi oranglain untuk melakukan hal yang sama atau lebih baik. Untu rekan seprofesi "menulis" salah satu wasilah terbaik dalam menanamkan nilai-nilai karakter yang memuat edukasi bagi setiap pembaca khususnya dunia pendidikan. Maka menulislah meskipun hanya satu karya minimal seumur hidup. ucapnya mengakhiri komunikasi saat itu.

Komentar