GADIS JERAMBAH, INSPIRATOR ASN BERPRESTASI INHIL


Sosok inspirator kali ini datang dari negeri melayu, tepatnya di ujung Provinsi Riau. Daerah yang dikenal dengan Bumi Sri Gemilang, Kota Ibadah, dan Kota Seribu Parit ternyata menyimpan sosok perempuan yang menjadi inspirasi  bagi guru atau pun siswa untuk bisa berkarya. Wanita berkacamata lebar dengan nama lengkap "Laila Suryani" sehari-hari beraktivitas sebagai guru bahasa inggris di SMPN 2 Tembilahan Hulu Kab. Indragiri Hilir. Ia biasa disapa dengan panggilan Bunda Laila atau Mom Laila oleh siswa-siswanya.

Wanita yang sering tersenyum dan memiliki jiwa keibuan ini memiliki jiwa stylish yang cukup tinggi dalam hal berpenampilan khususnya pakaian yang akan dikenakannya adalah hasil dari kreasinya sendiri.  Sebagai seorang guru ia sangat sadar akan tugas profesi yang diembannya, untuk itu ia terus mengembangkan kemampuannya untuk bisa selalu belajar.  

Lahir di Tembilahan tepatnya 1 Oktober 1970, wanita berbintang libra ini memiliki 4 orang anak yang semuanya adalah laki-laki memiliki hobi membaca dan menulis cerita fiksi. Kemampuannya dalam merangkaikan kalimat dan memainkan imajinasinya dalam setiap tulisan fiksinya menjadikan ia dikenal sebagai seorang penulis fiksi. Karya perdana yang pernah ia buat saat mengikuti kegiatan pelatihan menulis yang dilaksanakan oleh Satu Guru Satu Buku Ikatan Guru Indonesia (SAGUSAKU IGI) adalah "Gadis Jerambah". Tidak heran akhirnya ia dijuluki dengan Gadis Jerambah. Sebuah novel yang mengisahkan tentang memoarnya sebagai seorang guru yang mengajar di daerah perairan yang jalannya berupa jerambah atau titian yang terbuat dan disusun dari papan.  Kisah yang bersetting di beberapa daearah Jambi, Tembilahan, Sapat, dan Concong luar. Salah satu cerita di dalam ini mengangkat dan memperkenalkan wilayah Indragiri Hilir yang banyak menggunakan kata “jerambah” yang ternyata belum banyak diketahui oleh  sebagian masyarakat Indonesia.

Wanita yang memiliki sifat lembut ini, pendidikan formalnya mulai dari SD sampai SMU diselesaikan di Tembilahan. Kemudian ia melanjutkan pendidikan ke FKIP D3 B. Inggris Univ. Jambi tahun 1993 dan pendidikan sarjana S1 Bahasa Inggris di Unisi Tembilahan tahun 2013. Karirnya sebagai guru PNS dimulai di SMPN 3 Kuindra (sekarang SMPN 1 Concong Luar) tahun 1994 s.d 1997, SMPN Sapat (sekarang SMPN 1 Kuindra) tahun 1997 s.d. 2000, kemudian pindah ke SMPN 4 Keritang karena mengikuti suami yang ditugaskan di sana tahun 2000 s.d. 2011, dan sampai akhirnya menetap di SMPN 2 Tembilahan Hulu tahun 2011 s.d. sekarang.

Pengalaman dan prestasi Gadis Jerambah ini di mulai dari lulusnya ia pada pelatihan Calon Kepala Sekolah (Cakep) di tahun 2017 dengan memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah(NUKS) sebuah tiket untuk menjadi kepala sekolah tetapi ia belum mendapatkan kesempatan sebagai Kepala Sekolah, sebagai Instruktur Kabupaten Indragiri Hilir Kurikulum 2013 tahun 2018, Instruktur Virtual Coordinator Training (VCT) yang merupakan sebuah pelatihan kelas maya berbasis virtual untuk wilayah Kalimantan (Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara) pada tahun 2019. Puncak prestasinya di tahun 2019 ia terpilih sebagai salah satu dari 10 Aparatur Sipil Negara (ASN) Berprestasi dari 57 peserta berbagai instansi di kabupaten Indragiri Hilir setelah melewati proses seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara yang diuji oleh beberapa penguji dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan instansi lain. 

Kecintaannya pada membaca dan menulis, dimulai sejak SD dengan membaca buku-buku, majalah, surat kabar, komik, dll. Kemudian ia menulis cerita dan meringkas apa yang ia baca, atau sekadar menulis isi hati itulah yang ia lakukan saat itu. Wanita berparas ayu ini sangat mengidolakan Abahnya yang merupakan sosok pertama menginspirasinya dalam hidupnya untuk rajin membaca dan menulis.  Inspirasi berikutnya pun datang dari seorang narasumber saat pelatihan menulis yaitu Slamet Riyanto pelatih yang sudah menerbitkan ratusan buku.

Semangat dan kemampuanya terus ia asah dengan mengikuti berbagai kegiatan berskala nasional seperti Temu Nasional Pelatih (TNP) awal tahun 2018 di gedung Kemdikbudnas, Penguatan Pelatih (Delaying Solo) Februari 2018, Global Educational Suplies and Solution (GESS) di JCC - Jakarta ia mengikuti untuk tiga tahun berturut dimulai tahun 2017 s.d 2019. Kemudian ia ditunjuk sebagai panitia pada Temu 1000 Penulis yang ditaja oleh SAGUSAKU IGI bekerjasama dengan pihak Perpusnas. 

Aktivitas dan amanah yang diberikan kepada Gadis Jerambah ini di antaranya sebagai Tim Inti Sagusaku IGI, Pengurus Ikatan Guru Indonesia Kab. Indragiri Hilir (IGI Inhil), Pengurus Forum Lingkar Pena (FLP) Kab. Inhil, Pengurus Komunitas Penggiat Literasi dan Seni Inhil (KPLS  Inhil), dan Komunitas 30 Habe. Kemampuan dan semangatnya terus berkembang dengan menghasilkan beberapa goresan tangan yang ia tuliskan pada harian surat kabar seperti menulis di koran daerah (Posmetro Indragiri), Suara Kepri (Batam), dan di media sosial Facebook. 

Gerakan yang ia bangun sangat menginspirasi sehingga ia pernah diundang oleh  Badan Pusat Statistik (BPS) Riau sebagai penggiat medsos dalam rangka Sensus Penduduk Online tahun 2020. Menjadi narasumber di beberapa daerah untuk melatih guru-guru pada program sagusaku di prov. Jambi, Rokan Hilir - Riau dan beberapa daerah dalam menggerakkan literasi bersama penulis lainnya. Ia juga aktif dalam Gerakan Literasi Sekolah (GELIS) IGI Kab. Inhil dan turun ke beberapa sekolah untuk menggerakkan siswa menulis dan membuat buku antologi karya siswa. 

Wanita penyuka fiksi ini sudah menghasilkan goresan tangannya yang bisa dinikmati oelh pembaca sepanjang tahun 2017 s.d 2020 beberapa karya yang hadir di antaranya adalah :
1. Gadis Jerambah (Sebut Saja Namaku, Elni)
2. Saksi Bisu (Kumpulan Cerbung)
3. Perjalanan (Character Building Stories of Life)
4. Romansa Tak Berujung (Kumpulan Cerpen)
5. Romansa Cinta Pengagum Rahasia (Novel)
6. Padamu Cinta (Celebrating 21th Wedding Aniversary)
7. Abah in Memoriam (Tulisan Kenangan Kebersamaan dengan Sosok Inspiratif)
8. Setangkup Cinta dari Kota Gudeg (Kumpulan puisi)
9. 1001 Manfaat Tanaman Obat.
10. Jurus Jitu  membentuk Siswa Berkarakter (Antologi Persembahan Penulis Sagusaku IGI pada HGN 2017 dan Ulang Tahun IGI ke VII)
11. Cara Cerdas Menelola Kelas (Antologi Opini Pendidikan SGSI Angkatan ke-14)

Ia berharap karya yang dihasilkan mampu memberikan pencerahan dan inspirasi bagi para pembaca baik itu guru, dosen, mahasiswa, siswa, dan lainnya untuk semangat dalam berkarya. Baginya kemampuan literasi itu harus terus diasah, digerakkan, dan terus berbagi agar semakin banyak orang-orang hebat yang melahirkan karya-karya yang menginspirasi jelasnya saat ditemui di rumah kediamannya yang terletak di Jalan Tanjung Harapan.



Komentar