BUNDA HUZAI, SOSOK YANG TAK PERNAH BERHENTI BERGERAK



Dokumen Pribadi Narasumber

Dokumen Pribadi Narasumber

Dokumen Pribadi Narasumber

Usia tidak membatasi setiap orang dalam berkarya, begitu juga dengan profesi yang disandang setiap orang memiliki kesempatan yang sama dalam berkarya. Tetapi tidak semua orang ketika mampu berkarya mampu juga menginspirasi dan menggerakkan banyak orang. Sosok berikut ini salah satu sosok ibu yang sudah memasuki usia setengah abad. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi justru kemampuannya dalam berkarya dimulainya saat menjelang setengah abad tersebut. 

Mengenal banyak orang-orang hebat akan menambah semangat diri dalam bergerak dan berkarya. Dari manapun akan menjadi pembelajaran yang terbaik dalam meningkatkan kemampuan bahwa setiap diri seseorang punya potensi yang luar biasa. Tidak ada satu pun makhluk di muka bumi ini yang tidak Allah berikan potensi katanya saat mengawali komunikasi. 

Sosok inilah yang menjadi inspirasi saya untuk menuliskan wanita yang luar biasa di edisi  kali ini . Seorang ibu dari negeri yang dikenal dengan semboyan "Sebiduk Semare"  yang merupakan kota pemekaran dari Kabupaten Musi Rawas pada tahun 2001. Sosok Ibu yang ramah dengan suaranya yang memukau jika bernyanyi akan membuat pendengar terkesima. Inilah pertama kali saat saya diundang sebagai narasumber di Kota Lubuklinggau yang merupakan tempat ia tinggal. 

"Dra. Hj. Huzaimah, M.Pd.I,biasa disapa dengan bunda Huzai. Wanita kelahiran Curup Prov. Bengkulu, 16 Februari 1970 istri dari Drs.Hj.Ahmad Thabrani,M.H.I. adalah sosok seorang guru yang mengajar mata pelajarana Fikih-Ushul Fikih di MAN 2 Lubuklinggau. Pendidikan formalnya dimulai dari SD, MTSN 130, PGA Negeri semua di Curup Prov. Bengkulu. Kemudian ia melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi S1 di Tarbiyah/PAI IAIN Raden Fatah Palembang, dan S2 di IPI/Metodologi Pendidikan Agama Islam UIN Rd.Fatah Palembang. 

Ibu dari Inayah Akidatul Izzah memiliki moto "Hidup, untuk kesempatan, kemauan dan perubahan" telah mengubah semangat hidupnya dalam meningkatkan kemampuan dan menggerakkan untuk melakukan sekecil apapun perubahan yang dirasakan perlu.Baginya hidup tidak hanya menerima saja tetapi berusaha berbuat dan melakukan yang terbaik untuk sebuah perubahan. Kesempatan tidak akan datang untuk sekian kalinya, maka ketika usia masih di kandung badan lakukanlah yang terbaik untuk kehidupan dan perubahan. Semangatnya bergerak dan menggerakkan karena kemampuannya dan motivasinya yang kuat. Ia ditempa dalam sebuah organisasi yang ia geluti. Banyak pelajaran yang ia dapatkan dari setiap organsasi, perbedaan karakter dan penyikapan tentu menjadi faktor yang harus disikapi dengan bijak ujarnya. 

Pengalamannya tidak datang dengan sendirinya tetapi proses yang ia lewati membentuk karakternya dan sikapnya yang tegas dan memiliki prinsif yang kuat. Baginya perbedaan sebuah rahmat yang harus disyukuri oleh setiap orang. Karena perbedaan akan membentuk karakter setiap orang. Pengalaman inilah yang ia dapatkan dari organsasi. Berikut ini beberapa pengalaman organisasi yang ia geluti ; Bendahara SEMA Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang (1990 - 1992), Ketua Dikdasmen Aisyyiah Kota LubuklInggau (2012-2014), Ketua MGMP PAI Kota LubukLinggau (2011-2014), Ketua IGI Kota Lubuklinggau (2017 s.d 2021), TIM Inti Sagusaku IGI (2018 s.d. sekarang), dan Gerakan Literasi Sekolah Ikatan Guru Indonesia (Gelis IGI).

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih
Dokumen Pribadi Narasumber

Sebagai ketua oragnisasi profesi IGI yang baru berdiri di kotanya, tentu banyak pengalaman yang ia rasakan terkait dengan organsiasi profesi yang ia emban. Pengalaman dan berbagai masalah membuatnya terbiasa untuk tetap tenang dalam menyikapi setiap kondisi apapun. Pribadinya yang santai dan sifatnya yang lembut justru membuat nyaman jika berdiskusi dengan beliau. 

Wanita berkulit putih ini juga tidak serta merta hanya menerima apa saja diberikan terkait peningkatan kompetensi diri sebagai seorang pendidik. Ia terus mencari dan mengikuti pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan dengan biaya mandiri. Keinginannya untuk belajar dan semangatnya yang kuat menjadikannya sosok guru yang kreatif. Beberapa pelatihan yang pernah ia ikuti di antaranya ; Diklat KS-LPPPKS tahun 2017 di Palembang (mendapatkan NUKS), Hipno Teaching,  Penguatan Pelatih Nasional SaguSaku tahun 2018 di Surakarta, Teacher as Coach for Empowering Student, tahun 2018 di Bogor, Hypno Teaching tahun 2019 di Bogor.

Berbagai pengalaman pun ia rasakan ketika mengikuti berbagai pelatihan. Semangatnya terus bergelora justru di usianya yang tak muda lagi. Jiwa mudanya yang tidak kalah dengan anak muda membuatnya menjadi sosok guru yang aktif dalam memberikan ide dan menggerakkan. Pengalamannya dalam dunia organisasi membuatnya semakin maju dan dipercaya untuk mendapatkan beberapa amanah karena dedikasinya yang tinggi. Berikut ini pengalaman beliau dalam organsisasi ; Temu Pelatih  dan Pengukuhan Pelatih Nasional IGI tahun 2018 di Kemdikbud RI, Workshop Literasi Produktif Satu Guru Satu Buku (sagusaku) tahun 2018 di 4 Kabupaten di Aceh (Lhokseumawe,Aceh Utara,Aceh Timur dan Kota Langsa (Dengan produk  antologi; Ratoh Cinta di Tanah Pase, Literasi Cinta dari Negeri Monisa, Kumpulan esai dari Bumi Nurul A'la), Nara Sumber sagusaku tahun 2018 di Kabupaten Muara Enim, Bersama 9 orang siswa mengikuti Temu 500 Penulis di Perpusnas Jakarta tahun 2018, Narasumber sagusarko tahun 2019 di Kab. Muara Enim, dan Moderator Talk Show  SaguSaku Eksis 1000 Penulis tahun 2019 di Perpusnas RI.

Keaktifannya berorganisasi tidak mengabaikan minat dan bakatnya dalam menulis yang terus terasah dari berbagai pelatihan dan kegiatan yang ia ikuti. Karya-karya pun menghiasi perbukuan Indonesia maupun media tempat ia menulis seperti ; Aktif Menulis Artikel tahun 2011 s.d sekarang di Koran Daerah Linggau Pos,  Gradasi Makana Perjalanan Penuh Hikmah tahun 2017, Cakak Cinta Anindya, Antologi Guru Mantul, Antologi Guru Penggerak, dan Trik Membangun Karakter. 

Keinginannya berkarya sangat didukung oleh pihak keluarga. Saat ini baginya memberikan yang terbaik dari buah pikiran adalah sumbangsih terbesar bagi Indonesia dalam membentuk karakter dan   mampu mengubah mindset setiap orang dengan buku-buku yang dibaca oleh setiap orang. Untuk itu perlu bagi setiap guru untuk menulis dan berkarya karena dengan karya yang dibuat tentu lebih mengedepankan nilai-nilai edukasi. Ia pun berpesan kepada setiap guru "Lakukan tugas dengan ketulusan dan keikhlasan karena setiap lisan dan sentuhan tangan yang dilakukan akan membentuk setiap pribadi anak-anak yang memiliki akhlak yang baik dan keahlian yang berbeda disetiap anak. Bisa jadi apa yang dikerjakan sebagai jalan kemudahan bagi kehidupan kita saat ini dan masa depan," ujarnya menutup komunikasi.

Komentar