The Lady Escort

Peresensi           : Guslaini
Judul buku          : The Lady Escort        
Penulis               : Kinanti WP
Penerbit             : Kubus Media - Bogor
Cetakan             : I, 2018
Tebal                 : vi + 194 halaman
Ukuran               : 13 x 19 cm
ISBN                  : 978-602-6731-10-4

Resensi :

Dalam buku “The Lady Escort” menceritakan seorang wanita bernama Kinanti Anjani yang biasa disapa dengan Jani. Ibunya sudah dulu pergi dan kemudian disusul ayahnya juga pergi. Kondisi tidak membuat Jani menyerah dalam meraih mimpinya hingga ia pun mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Belanda. Keinginannya didukung oleh Pamannya.

Selesai daria pendidikan, I apun kembali ke Indonesia dan bertemu sahabat karibnya Citra yang sudah dianggapnya saudaranya. Pertemuan inilah akhirnya menghantarkan Jani mengarungi dunia baru yang sebelumnya belum pernah ia lakukan. Lewat tangan Surya lah yang merupakan teman kerja Citra hingga poto Jani dikirim ke Tama yang merupakan teman Surya sekaligus bos pada perusahaan tempat mereka bekerja. Tama pun langsung tertarik ketika melihat poto Jani. Tama seorang duda beranak satu yang sudah ditinggal pergi oleh istri yang ia cintai hingga ia betah hidup sendiri.

Namun sayangnya kematian istrinya membuat Tama tak bisa menjadi orangtua asuh untuk anaknya Adrian. Tama hanya bisa memiliki Adrian saat ia sudah menikah lagi dengan wanita yang ia idamkan. Pergolakan batin Tama lah yang akhirnya memutuskan untuk mencari wanita simpanan (escort) sebagai bagian dari kepura-puraan untuk menyakinkan keluarga dan mendapatkan hak asuh tersebut. Semua pun diatur secara rapi oleh Surya dan Citra bahwa wanita yang diinginkan oleh Tama adalah Jani.

Citra pun menjelaskan dan menyakinkan profesi yang akan dijalani Jani. Profesi sebagai escort dengan perjanjian kontrak sesuai masa waktunya dan dibayar dengan biaya cukup tinggi. Semua aturan kontrak tertulis dengan jelas, Jani hanya perlu membubuhi tanda tangan di lembaran kertas yang disediakan oleh Tama. Semua kebutuhan Kinanti dipenuhi oleh Tama. Peran yang dimainkan pun harus benar-benar professional. Tetapi Jani meminta hanya di depan umum saja boleh menyentuh, aturan ini pun dkisepakati oleh Tama.

Awalnya Jani hanya ingin membantu Tama dalam hal asuh anaknya Adrian agar Tama bisa mendapatkan haknya tersebut. Akan tetapi perjalanannya sebagai escort rupanya membuat kisah yang terbangun diantara mereka berdua hingga menimbulkan benih-benih cinta hingga mereka tak mampu untuk menolaknya. Meskipun awalnya pertentangam batin sebagai escort membuat Jani diposisi terhina namun Tama menyakinkan bahwa Jani lah wanita yang layak ia cintai dan menjadi istrinya yang selama ini Tama harapkan karena sulitnya ia membuka hati.

Kehidupan kisah percintaan Tama memang tidak mudah karena dalam membangun rumah tangga ia harus mendapatkan persetujuan dan wanita yang benar-benar disukai ibunya Sri Muliya Tjipro. Hingga Jani hadir dalam kehidupan Tama, Ibunya pun dengan tangan terbuka menerima, karena Jani wanita Jawa yang menjadi menantu idaman pilihan Ibunya. Jani pun merupakan anak dari sahabat karib ibunya Tama yang sudah pergi. Kehadiran Jani membuka kembali memori Ibu Sri Muliya Tjipro bersama mendiang Ibunya Jani.

Dramatisasi kehidupan yang dihadirkan dalam kisah perjalan wanita sebagai escort penuh dengan tangisan, kekecewaan, pergolakan batin hingga cinta memenuhi ruang sudut hati kedua pasangan tersebut. Hingga akhirnya kebahagiaan itu hadir dalam kehidupan Jani dan Tama. Tama yang bersumpah tidak mempermasalahkan bagaimana kisah kelam Jani saat tragedi di Belanda. Tama berjanji akan memenuhi janjinya untuk menjaga Jani sampai akhir hayatnya hingga mereka pun menikah.

Novel “The Lady Escort” akan membawa suasana hati pembaca yang terasa diaduk emosinya. Penulis berhasil membawa para pembaca merasakan apa yang dituliskan dalam setiap sub judulnya. Rasa penasaran, kesedihan, emosi, kebahagian bercampur aduk menjadi satu dalam kisah ini. Escort yang dipandang rendah dan hina berhasil diangkat oleh penulis Kinanti WP dengan bahasa yang mudah dicerna. Hanya saja komplik horizontal yang diciptakan masih kurang tajam dan endingnya hilang begitu saja ketika Hanna membuka kisah cinta kepura-puraan Jani dan Tama di tengah keluarga besar Sri Muliya Tjipro saat tujuh bulanan Flora yang merupakan kakak ipar Tama. Sisi lain saya berharap bagaimana reaksi ibunya ketika Adrian yang merupakan buah hati pernikahan Tama dengan istri pertamanya yang tidak disetujui oleh Ibunya akhirnya menjadi bagian keluarga besar mereka.

Kisah ini membuka kaca mata setiap orang dalam persepsi yang berbeda bahwa kehidupan yang kita anggap normal ternyata masih banyak hal-hal yang tak terduga terjadi dalam kehidupan manusia. Semua tertutup rapat hanya diketahui oleh sedikit orang dan kehidupan yang dijalani karena tuntutan yang tidak sesuai dengan keinginan hingga harus mengorbanan anak dan banyak orang. Dramatisasi kehidupan yang bisa menjadi pelajaran bagi setiap orang dalam menjalani kehidupan.

Komentar