MAK IRUN

Tantangan 30habe hari 13 putaran 5.

Edisi : cerpen

Semenjak ditinggal suaminya, Mak Irun harus membanting tulang untuk menghidupi ketiga anaknya. Kehidupan yang begitu keras membuatnya tidak peduli dengan cibiran dan ocehan orang-orang terhadapnya. Mak Irun sangat sadar kehidupan yang ia jalani jauh dari kata layak. Tetapi ia berusaha bersabar dengan takdir yang harus ia jalani. Terkadang ia menutupi semua kegelisahan yang dirasakan, airmata disembunyikan dari anak-anaknya. Ia tahu tumpuan kekuatan anak-anaknya ada di tangannya. Maka tak sekalipun ia melontarkan kata-kata sedih yang bisa membuat anak-anaknya larut. Meskipun ia yakin bahwa anaknya juga tahu kondisi yang ia jalani tidaklah mudah. Beruntunglah anak-anaknya bisa membantu pekerjaannya sehari-hari.

Airmatanya selalu menetes jika mengingatkan almarhum suaminya yang lebih dahulu meninggalkannya. Bukan hanya karena kepergiaannya namun bagaimana perjuangan suaminya menyakinkannya hingga ia mau dijadikan sebagai istri ke duanya. Ia tahu bagaimana beratnya menyandang status sebagai istri kedua. Tidak hanya cibiran tetapi sumpah serapah ia dapatkan setiap saat dari anak-anak istri pertama suaminya. Vonis merebut suami orang pun dialamatkan kepadanya. Belum lagi kata-kata pelakor yang saat ini menghiasi alam jagat raya. Posisinya semakin terpojokkan. Tidak ada satu pun pembelaan yang keluar dari lisan Mak Irun saat bahasa binatang ditujukan kepadanya. Ia hanya bisa diam dan tertunduk. Bukan berarti ia tidak mampu membela diri, tetapi ia sadar pembelaannya justru akan berakibat fatal.

Ia menahan airmatanya agar tidak tumpah jika mengingat perjuangannya sebagai istri kedua. Tidak ada kata baik sedikitpun di mata manusia di posisi yang ia rasakan. Andai saja jalan takdir itu bisa ia ubah, tidak akan pernah ia mau menjadi istri kedua. Tetapi itulah jalan yang harus ia tempuh dalam segala keterbatasan diri dan kelemahan.

Bukan tidak pernah ia menolak untuk dimadu, tetapi kesabaran laki-laki yang mempersuntingnya menggoyahkan segala pendiriannya. Ia tahu benar perjuangan suaminya untuk mendapatkan hatinya bukanlah hal yang mudah. Segala bentuk perhatian diberikannya bukan materi tetapi kedewasaan itulah akhirnya membuat ia nyaman dan bersedia. Meskipun badai di hadapannya begitu besar dan akan menghancurkannya. Tetapi tekad suaminya menyakinkan bahwa ia tidak akan pernah meninggalkannya membuat seluruh kekuatannya goyah. Tepat di tanggal 17 agustus 1998 ia dinikahi oleh Prana Aditya Nugraha sebagai istri kedua.

Sejak saat itu semua kehidupannya berubah. Apa yang ia rasakan dunia semakin sempit untuk ditempatinya. Semua mata memandangnya seperti orang terhina. Wanita perebut suami orang itulah yang setiap saat menghampiri telinganya. Pernah ia berpapasan dengan orang yang mengenalnya mencibirnya.

"Jeng... dengar-dengar si Irun itu dinikahi oleh laki-laki yang sudah beristrinya?" Tanya Bu Ayu dengan sebelahnya yang tidak lain adalah Bu Erni.

"Iya.. aku dengar begitu juga Jeng Ayu. Kok mau-mau ya dijadiin istri kedua. Seperti nggak ada lagi laki-laki lain yang pantas untuk menjadi pendampingnya!" Kilah Bu Erni menimpali.

Saat itu aku yang mendengar hanya bisa diam tanpa mau menjawab apa yang mereka bicarakan. Aku sadar hidup di lingkungan akan selalu dijadikan bahan omongan masyarakat yang masih kental kekeluargaannya sehingga apapun permasalahan oranglain pun menjadi konsumsi mereka. Sejak saat itu setiap ada kumpulan ibu-ibu sebisa mungkin aku tidak ikut masuk dalam lingkaran tersebut. Sudah cukup rasanya hati ini menahan segala kesakitan yang dirasakan.

Belum lagi Mak Irun yang terasingkan dari orangtuanya yang pilih kasih sehingga ia tidak pernah dianggap bagian dari keluarga. Ia tidak pernah tahu kenapa perbedaan sikap orangtuanya  terhadapnya sangat kental berbeda. Padahal ia sudah berusaha melakukan apa yang orangtuanya inginkan. Tetapi ia tidak pernah dendam dan membenci kedua orangtuanya.

Airmatanya semakin mengucur deras membanyangkan masa suramnya yang dulu menghiasi kehidupannya hingga ia bertekad untuk menghidupi kehidupannya dari tangannya sendiri. Kalau mengingat masa-masa itu ia selalu sadar bahwa kehidupan yang ia jalani tidak lain adalah takdir yang terbaik Allah hadirkan untuknya sehingga ia menajdi wanita yang kuat menanggung beban di masa mudanya.

***BERSAMBUNG***

#day13putaran5
#amanah
#cerpen
#cerpen
#30habe
#semangatmenulis
#semangatberkarya
#sms
#igi
#sagusaku

Komentar